HALO KENDAL – Tradisi Weh-wehan atau saling berbagi makanan yang dilakukan oleh masyarakat Kaliwungu, Kabupaten Kendal dilaksanakan setiap tanggal 12 Robihul Awal yang merupakan waktu lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Tradisi ini merupakan warisan para Ulama Kaliwungu, yang masih dijaga dan dilestarikan masyarakat Kaliwungu hingga sekarang.
Hal ini sebagai ekspresi dan ungkapan kegembiraan umat Islam terhadap lahirnya seorang Rasul yang merupakan pemimpin dunia.
Tokoh masyarakat Kaliwungu, KH Asroi Tohir mengungkapkan, kehadiran Rasulullah Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan kabar baik dan kabar buruk bagi umat Islam.
“Kabar baik bagi mereka yang taat dan kabar buruk bagi mereka yang tidak taat. Rasulullah diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam,” ungkap Ketua MUI Kendal tersebut, Jumat malam (7/10/2022).
Lebih lanjut, KH Asroi Tohir mengatakan, dengan ekspresi rasa syukur atas kehadiran Rasulullah yang membawa rahmat itulah kebahagiaan masyarakat, khususnya di Kaliwungu, diwujudkan dengan saling berbagi atau dikenal dengan nama weh-wehan.
“Dalam tradisi ini, selain saling memberi beraneka ragam jajanan, juga terdapat makan khas Kaliwungu yaitu sumpil. Makanan khas Kaliwungu ini memiliki bentuk tiga sisi, seperti Islam. Yaitu yang pertama adalah keyakinan, syariat dan akhlak yang harus menyatu,” imbuhnya.
Menurut KH Asroi, dalam tradisi ini, juga dimeriahkan dengan teng-tengan atau lampu lampion warna-warni yang dipajang di depan rumah warga masing-masing.
“Hal ini sebagai simbol bahwa lahirnya Rasullah Muhammad SAW sebagai cahaya yang memerangi dunia, memerangi zaman jahiliah menuju zaman islamiyah atau dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang. Selain itu, disetiap mushola dan masjid dilantunkan bacaan maulid,” jelasnya.
KH Asroi juga menjelaskan, bahwa tradisi ini juga mempunyai nilai pendidikan, mendidik anak untuk mencintai Rasulullah karena mengetahui nilai sejarahnya, kapan tanggal dan bulan lahirnya.
Sehingga memberikan penguatan ingatan kepada anak-anak kepada tokoh dunia, yaitu Nabi Muhammad yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan secara sempurna.
Selain itu sebagai nabi terakhir yang harus selalu diingat oleh seluruh umatnya dari generasi ke generasi selanjutnya.
“Tradisi yang baik ini diharapkan akan terus ada dari generasi ke generasi berikutnya, karena mencintai Rasulullah Muhammad SAW adalah keharusan bagi umat Islam,”
Sementara itu, Camat Kaliwungu, Nung Tubeno mengatakan, bahwa tradisi weh-wehan ini harus terus dilestarikan karena memiliki nailai-nilai yang baik dan menjaga kerukunan antar warga.
Ia juga mengatakan, untuk menyemarakkan hari lahirnya Rasullah Muhammad SAW, Pemerintah Kecamatan Kaliwungu bersama Yayasan Almutaqin Kaliwungu akan menggelar festival Maulid Nabi yang diisi dengan lomba-lomba.
“Seperti lomba weh-wehan, teng-tengan, kaligrafi, lomba mewarnai, lomba rebana, dan lomba fashion show yang akan digelar pada tanggal 15-16 Oktober 2022 di halaman Masjid Almuttaqin Kaliwungu,” ujar Nung Tubeno. (HS-06)
