in

Launching CSIRT, Upaya Pemkab Kendal Antisipasi Insiden Siber

Launching Kendalkab-Computer Security Incident Response Team (Kendalkab-CSIRT) beberapa waktu lalu bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

HALO KENDAL –  Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melaunching Kendalkab-Computer Security Incident Response Team (Kendalkab-CSIRT) beberapa waktu lalu bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Acara dihadiri oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN RI, Danang Jaya, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somantri, dan diikuti oleh para pimpinanan Perangkat Daerah dan para Camat, serta pernagkat daerah tim tanggap insiden siber Pemerintah Kabupaten Daerah.

Acara lauching turut dihadiri oleh perwakilan tim tanggap insiden siber dari Kota Semarang, Pemkab Semarang, Batang, dan Temanggung, serta perwakilan tim dari provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia melaui Daring.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN RI, Danang Jaya menungkan, Computer Security Incident Response (CSIRT) adalah tim yang memberikan pertolongan pertama pada insiden cyber.

Dijelaskan, jika di website OPD ada tampilan yang aneh dan tidak bisa diakses, berarti website sudah di-hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maka, melalaui Kendalkab-CSIRT ini, website akan mendapatkan bantuan untuk mangatasi hal tersebut.

“Harapan kami dari BSSN, khususnya untuk Kabupaten Kendal agar menjaga keamanan cyber di Kabupaten Kendal, dan seluruh komponen masyarakat pengguna cyber di wilayah kendal harusa ikut menjaga keamanan cybernya, agar interaksi antar para pengguna cyber itu merasa nyaman dan aman,” ungkap Danang.

Sementara, Plt Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somatri menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal, karena telah Launching Tim Tanggap Insiden Siber Organisasi Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Saya berharap, yang pertama, dalam fungsinya Tanggap Insiden Siber ini bisa berjalan dengan baik, sehingga Diskominfo harus mampu melaksanakannya, baik merespon, mendeteksi dini terhadap insiden-insiden yang krusial, dan pertama kali melaporkan hal tersebut kepada kepala daerah,” harapnya.

Kedua, lanjut Dadang, dalam penanganan insiden ini tidak bisa ditangani sendiri, maka harus Kepala Diskominfo harus melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, dan harus rajin melakukan evaluasi.

“Ketiga, Pemkab Kendal harus meningkatkan literasi tentang kesadaran keamanan di masing-masing OPD. Mudah-mudahan dengan launching ini akan memberikan manfaat yang besar untuk pelayanan Publik kepada masyarakat dan memberikan jaminan keamanan, baik di lingkup Pemerintah Kabupaten Kendal maupun kepada masyarakat,” bebernya.

Kepala Diskominfo Kendal, Ardhi Prasetiyo dalam laporannya menyampaikan, maksud dan tujuan dilaksanakan Launching Kendalkab- CSIRT atau Tim Tanggap Insiden Siber Pemerintah Kabupaten Kendal adalah sebagai bentuk perwujudan tanggung jawab pembangunan keamanan siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Selain itu juga untuk meningkatan kesadaran keamanan informasi dalam penanggulangan insiden bagi setiap sektor secara masif dan terstruktur, kolaborasi dan sinergitas setiap TTIS antar sektor guna memperluas wawasan penanggulangan insiden dan peluang kerja sama dalam keamanan informasi, dan memberikan persepsi yang sama dalam pembentukan dan pembinaan penanganan insiden bagi sektor Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Sedangkan Bupati juga menyampaikan, Pemkab Kendal memang terdapat banyak aplikasi aplikasi, namun sekarang sudah disinergikan menjadi satu pintu melalui Diskominfo, sehingga launching Tim Tanggap Siber ini sudah sangat tepat.

“Jadi nanti semua pelayanan Pemkab Kendal yang melalui Digital bisa dipantau langsung oleh Diskominfo Kendal, dan harapannya tidak hanya aplikasi dan website yang dimiliki oleh pemerintah saja, namun resiko dan insiden Siber di luar pemerintah Kabupaten Kendal dan pelayanan masyarakat juga bisa dipantau oleh Diskominfo Kendal,” ujarnya.

Bupati Kendal menambahkan, peperangan yang nyata dirasakan adalah peperangan melalui siber, termasuk judi online dan pemerintah menetapkan korban judi online sebagai bencana sosial. Artinya ini peperangan tersebut harus menjadi atensi bersama.

“Apa yang disampaikan oleh perwakilan BSSN RI dan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, nantinya menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Kendal, terutama kepada Diskominfo Kendal bersama perangkat daerah, stakeholder, dan masyarakat dapat dilibatkan dalam mengantisipasi kedepannya terkait insiden siber,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan Lauching Kendalkab- CSIRT yang dilakukan oleh Bupati Kendal dan Plt. Diskominfo Kendal, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN RI, Plt. Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala Diskominfo Kendal. (HS-06)

Ingatkan Soal Ancaman Teroris Jelang Nataru, Kapolri Perintahkan Jajaran Sterilisasi Gereja dan Deteksi Dini

Sebut Dua Pembalap Barunya sebagai Kombinas Terbaik