HALO SEMARANG – Lalu lintas dan pengiriman produk CPO dan timah, nantinya bisa melalui Pelabuhan Tanjung Ular, di Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Saat ini pembangunan pelabuhan pengumpan itu sudah mendekati 100 persen dan tinggal finishing.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo, saat mengunjungi lokasi pembangunan pelabuhan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menhub Budi Karya Sumadi; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin; dan Bupati Bangka Barat, Sukirman.
“Kita harapkan dengan selesainya pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular ini, mobilitas barang, utamanya CPO dan timah bisa melalui pelabuhan Tanjung Ular ini. Sehingga ada daya saing produk, baik yang berasal dari Kabupaten Bangka Barat maupun Bangka Belitung,” kata Jokowi.
Lebih lanjut Presiden mengungkapkan, untuk manajemen, pada awalnya nanti akan dipegang oleh Kementerian Perhubungan, didampingi pemerintah daerah.
“Nanti setelah dirasa siap, Kementerian Perhubungan mundur, diambil alih oleh pemerintah daerah. Saya kira nanti yang baik memang seperti itu, karena ini merupakan pelabuhan pengumpan,” kata Presiden.
Bagi Bantuan
Dalam kunjungan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Presiden Jokowi juga mengunjungi Pasar Muntok. Kedatangan Presiden adalah untuk membagikan sejumlah bantuan sosial, bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
Setibanya di Pasar Muntok, Presiden Jokowi langsung menyapa para penerima manfaat PKH dan menyerahkan bantuan modal kerja (BMK) senilai Rp 1,2 juta.
Kepada para penerima manfaat, Presiden juga menanyakan apakah mereka telah menerima bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM).
“Yang pertama kan Rp 300 ribu. Nanti diterima lagi Rp 300 ribu di akhir November atau awal Desember ya,” kata Presiden.
Kepala Negara juga berpesan kepada para penerima agar mensyukuri bantuan yang diterimanya.
Menurut Presiden, bantuan sosial tersebut bisa ditambah lagi jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah berlebih.
“Nanti kalau APBN ada berlebih nanti akan ditambahi lagi ya,” ungkap Presiden yang diamini oleh para penerima manfaat.
Selain menyerahkan BMK bagi penerima manfaat PKH, dalam kesempatan tersebut Kepala Negara juga menyerahkan bantuan tunai kepada para pedagang. Presiden menyapa para pedagang sambil berkeliling pasar tersebut. (HS-08)