in

Kunjungi Episentrum Gempa Cianjur, Presiden : Bantuan Rehabilitasi Rumah Tak Hanya Satu Skema

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan dalam kunjungannya ke lokasi gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Sumber : Youtube Setkab)

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Lokasi tersebut merupakan wilayah yang terdampak paling parah gempa Cianjur.

“Saya datang ke Kecamatan Cugenang ini, karena ini memang episentrumnya. Ini yang paling parah, terutama untuk rumah-rumah roboh ada di sini. Yang meninggal pun banyak juga di sini,” kata Jokowi.

Jokowi juga memberikan penjelasan mengenai jumlah korban gempa yang dirawat di rumah sakit.

“Tadi sudah mendatangi rumah sakit. Memang awal ada 741 pasien, tetapi tadi tinggal 24, karena sebagian dirujuk ke Jakarta ke Bandung dan yang lain sudah diperbolehkan pulang,” kata dia.

Menurut Presiden, yang paling penting setelah evakuasi selesai dan distribusi bantuan sudah bisa menjangkau ke semua lokasi, babak berikutnya adalah rehabilitasi untuk rumah-rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan.

“Seperti yang pernah saya sampaikan Selasa lalu, Rp 50 juta untuk yang rusak berat, yang sedang Rp 25 juta, dan yang ringan Rp 10 juta,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menekankan kembali bahwa Pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah-rumah yang rusak.

Adapun skema pemberian bantuan, ada yang dibangun oleh Kementerian PUPR atau dibangun oleh TNI.

“Ada yang diserahkan kepada warga, kalau itu memang bisa mempercepat. Kita tidak terpaku pada satu skema,” kata Presiden.

Kunjungi Rumah Sakit

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Presiden ingin memastikan bahwa para pasien korban terdampak gempa Cianjur ditangani dengan baik.

“Yang pertama tadi pagi sudah saya sampaikan penyelamatan, evakuasi itu yang pertama. Kemudian saya tadi ke sini untuk memastikan perawatan yang sakit itu betul-betul tertangani dengan baik,” kata Presiden, dalam keterangannya selepas peninjauan.

Presiden menjelaskan bahwa dari 741 pasien yang dirawat di RSUD Sayang Cianjur, kini tinggal 24 pasien. Menurutnya, sebagian pasien telah dipulangkan, sebagian lainnya dirujuk ke kota-kota sekitar untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

“Sudah sebagian dipulangkan, sebagian juga dirujuk ke Bandung maupun ke Jakarta untuk yang kasus-kasus berat. Ke Sukabumi untuk yang kasus-kasus berat. Saya rasa saya melihat penanganan di sini baik, yang berat dirujuk itu juga baik, kemudian yang sudah sembuh sudah diperbolehkan pulang,” ungkapnya.

Presiden tiba di RSUD Sayang Cianjur sekitar pukul 10.58 WIB dan langsung menuju tenda perawatan di halaman RSUD. Selain menyapa, Presiden juga menyerahkan langsung santunan bagi para pasien korban gempa magnitudo 5,6 Cianjur.

Dalam kunjungannya ke Cianjur, Presiden juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk para korban.

“Ini untuk yang Bapak-Bapak ada sarung, Ibu-Ibu ada mukena. Semua dapat,” ujar Presiden, kepada para pengungsi di tempat pengungsian Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Presiden juga meminta para pengungsi untuk sabar dalam menghadapi cobaan berupa bencana alam ini. Presiden menjelaskan bahwa pemerintah akan segera memberikan sejumlah bantuan kepada para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Semuanya sabar. Pemerintah akan segera (memberikan bantuan) nanti bisa dibangun sendiri, bisa dibangunkan oleh pemerintah, nanti akan segera dilaksanakan kalau sudah situasinya mereda,” ungkap Presiden.

Sementara itu, Ade Supriadi yang merupakan Ketua RW 02 di Desa Cijedil, mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Presiden Jokowi di wilayah tersebut.

“Saya sangat sangat bersyukur karena kampung saya bisa dikunjungi oleh Bapak Presiden langsung ke wilayah saya,” ucap Ade.

Ade juga mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi turut memberikan bantuan sebesar Rp 5 juta, untuk diberikan kepada seluruh warga dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Peruntukannya yaitu buat kebutuhan seluruh warga RW 02, baik itu buat beli sampo, sabun, pasta gigi, dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya,” tutur Ade.

Ade pun berharap pemerintah dapat segera melakukan pembangunan terhadap rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bumi. Menurut Ade, hampir 90 persen rumah warga yang ada di wilayah tersebut mengalami kerusakan.

“Besar harapan pembangunan untuk rumah tersebut yang sudah hancur. karena dari sekian ribu banyak rumah di sini, yang hancur itu bisa dikatakan 90 persen, yang rusak berat,” tandasnya. (HS-08)

Brimob Polri Kerahkan Enam Mobil Dapur Umum ke Lokasi Pengungsian di Cianjur

Sepekan Lebih Cepat, RAPBD Jateng 2023 Akhirnya Disetujui