in

Kunjungi Brebes, Wakil Bupati Jeneponto Adopsi Strategi Penurunan Stunting

Wakil Bupati Brebes, Wurja menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, beserta jajarannya, di Pendopo Kabupaten Brebes, baru-baru ini. (Foto : brebeskab.go.id)

 

HALO BREBES – Upaya penanganan stunting di Kabupaten Brebes, menunjukkan hasil signifikan, antara lain dengan penurunan prevalensi balita stunting sebesar lebih dari 25 persen.

Selain itu juga terdapat penurunan persentase keluarga berisiko stunting sebesar 37,27 persen.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Brebes, Wurja, ketika menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar beserta jajarannya, di Pendopo Kabupaten Brebes, baru-baru ini.

Wakil Bupati Brebes, Wurja menyampaikan, kunjungan Pemerintah Jeneponto menjadi momentum penting, dalam memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Kunjungan kerja ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami. Selain mempererat tali silaturahmi antardaerah, kegiatan ini juga merupakan wadah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Wurja, seperti dirilis brebeskab.go.id.

Wurja menegaskan bahwa pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi yang terpadu, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif.

Intervensi spesifik difokuskan pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan remaja putri.

Adapun intervensi sensitif, melibatkan sektor-sektor di luar kesehatan, seperti penyediaan air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, perbaikan lingkungan, dan perlindungan sosial.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menurunkan angka stunting telah menunjukkan hasil signifikan.

Berdasarkan data, prevalensi balita stunting di Brebes berhasil turun dari 38,53 persen pada tahun 2018 menjadi 12,61 persen pada tahun 2024.

Sementara itu, persentase keluarga berisiko stunting menurun dari 57,74 persen pada 2022 menjadi 20,47 persen pada 2024.

“Walaupun angka-angka menunjukkan tren menurun, perjuangan ini belum selesai. Kita masih dihadapkan pada tantangan untuk memastikan intervensi gizi tepat sasaran, data akurat, dan keberlanjutan program di lapangan,” ungkapnya.

Wurja juga menekankan pentingnya kegiatan knowledge sharing seperti yang digelar hari ini sebagai sarana pembelajaran bersama antar pemerintah daerah.

Ia berharap, kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto dapat menjadi langkah awal penguatan jejaring kerja sama lintas wilayah dalam mendukung upaya nasional percepatan penurunan stunting.

“Semoga dari pertemuan ini lahir semangat baru, inspirasi baru, dan komitmen bersama untuk menghadirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera di masa depan,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Brebes yang telah menerima kunjungan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Islam Iskandar juga memperkenalkan sekilas tentang Kabupaten Jeneponto, sebuah daerah pesisir di Sulawesi Selatan dengan panjang garis pantai mencapai 114 kilometer.

Dengan nada penuh keakraban, ia menggambarkan karakter wilayahnya yang kaya budaya dan kuliner unik.

“Jeneponto ini punya keunikan, salah satunya kuliner khas kami daging kuda. Di Sulawesi Selatan hanya Jeneponto yang memiliki kuliner khas ini. Jadi, kalau nanti Bapak Wakil Bupati dan jajaran berkunjung, kami siap menyajikan kuliner terbaik dari daerah kami,” katanya dengan gurauan.

Meski menyampaikan dengan suasana santai dan penuh humor, Islam Iskandar juga menyoroti kondisi serius yang tengah dihadapi Kabupaten Jeneponto, yakni tingginya angka stunting.

Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Jeneponto masih berada di angka 31 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan zona merah di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami datang ke Brebes untuk belajar. Kami ingin melihat dan mendengar langsung bagaimana strategi Kabupaten Brebes mampu menurunkan angka stunting dari 48 persen hingga menjadi 23 persen. Harapan kami, hasil kunjungan ini bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Jeneponto,” jelasnya.

Islam Iskandar juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes, termasuk keterlibatan swasta dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Ia berharap, pola yang sama bisa diterapkan di Jeneponto melalui prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) sesuai dengan kondisi lokal.

Turut hadir pada acara tersebut sekaligus narasumber kepala Baperrida Kabupaten Brebes, Apriyanto Sudarmoko, Kepala BKBPP Kabupaten Brebes, Ahmad Ma’mun dan beberapa kepala OPD terkait. (HS-08)

Duta Genre Diharapkan Bisa Bantu Atasi Permasalahan Stunting

Pemkab Cilacap Mantapkan Strategi Baru Penurunan Stunting Tahun 2025