HALO KENDAL – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Kabupaten Kendal terus berupaya menuntaskan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit), yang akan berakhir hingga 24 Juli 2024 mendatang.
Koordinasi Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kendal, Rizky Kustyardhi mengatakan, pelaksanaan coklit sudah mencapai 90 persen. Salah satu penyebab belum selesai semuanya adalah adanya sebagian orang yang akan dicoklit belum bisa ditemui.
“Ada beberapa kendala, diantaranya kondisi alam. Meski seperti banjir rob tidak jadi kendala, tapi kesulitannya karena orang yang (ditemui) di rumah tidak pernah ketemu,” ujarnya, Senin (15/7/2024).
Rizky menjelaskan, terkait dengan pemilih pemula yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik, pihaknya sudah menyampaikan agar segera melakukan perekaman data.
Bahkan dirinya menyebut sudah berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk melakukan jemput bola perekaman data KTP elektronik.
“Untuk proses perekaman data KTP elektronik, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dispendukcapil supaya dapat melakukan perekaman jemput bola,” jelas Rizky.
Ditambahkan, untuk pemilih khusus, seperti para santri di pondok-pondok pesantren dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan, pihaknya akan melaksanakan setelah penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) nanti.
“Sementara masih menunggu data jumlah santri yang sudah memiliki hak pilih dari pondok pesantren, demikian juga dari Lapas, masih menunggu datanya,” imbuh Rizky.
Terpisah, Kepala Dispendukcapil Kendal, Ratna Mustikaningsih mengatakan, jemput bola perekaman data KTP elektronik ke sekolah-sekolah sudah dilakukan pihaknya.
“Untuk sistem jemput bola ke sekolah-sekolah terus kami lakukan, demikian juga jemput bola ke masyarakat. Targetnya ya cepat selesai, sebelum pelaksanaan Pilkada,” ungkapnya. (HS-06)