in

KONI Kendal Gelar Tes Kesehatan kepada Ratusan Atlet Puslatkab

Pemeriksaan atlet Puslatkab oleh KONI Kendal di Wisma Atlet Kompleks Stadion Utama Kendal, Sabtu (9/8/2025).

HALO KENDAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kendal menggelar tes kesehatan atlet Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab), yang dilaksanakan di Wisma Atlet Kompleks Stadion Utama Kendal, Sabtu (9/8/2025).

Tes bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan 504 atlet Puslatkab, yang dalam pengecekan kali ini dihadiri 400 atlet dalam kondisi prima.

Wakil Ketua Umum IV Bidang Kesehatan KONI Kendal, dr Turidin mengatakan, pemeriksaan kesehatan atlet, meliputi berbagai tes untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan atlet prima. Baik sebelum, selama, maupun setelah masa latihan dan pertandingan.

“Pemeriksaan kesehatan atlet ini penting untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan. Tes meliputi, tekanan darah, tinggi dan berat badan, IMT atau indeks masa tubuh, LP atau lingkar pinggang, LILA atau lingkar lengan atas dan glukose,” bebernya.

Turidin menjelaskan, tes tekanan darah pada atlet penting untuk memantau kesehatan jantung dan mencegah masalah terkait olahraga. Tekanan darah atlet cenderung lebih rendah daripada non-atlet, tetapi beberapa kondisi seperti hipertensi atau hipertrodi ventrikel kiri perlu diperhatikan.

Untuk tinggi dan berat badan atlet, bertujuan untuk mengukur proporsi tubuh atlet dan memastikan kesesuaian dengan kebutuhan cabang olahraga yang ditekuni.

“Hasil tes ini membantu pelatih dan ahli gizi untuk menentukan berat badan ideal atlet, menyusun program latihan yang efektif, serta memantau perkembangan fisik atlet,” jelas Turidin.

Kemudian untuk tes kesehatan IMT pada atlet adalah pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi komposisi tubuh atlet berdasarkan tinggi dan berat badan mereka. IMT membantu dalam menilai status gizi atlet dan potensi risiko terkait kondisi kesehatan tertentu.

“Meskipun bukan ukuran lemak tubuh yang sempurna, IMT tetap menjadi alat yang berguna untuk pemantauan awal dan perbandingan dalam konteks olahraga,” jelas Turidin lagi.

Selanjutnya, tes lingkar pinggang pada atlet penting untuk menilai distribusi lemak tubuh dan risiko kesehatan terkait, terutama lemak visceral.

Untuk tes kesehatan LILA pada atlet, lanjut Turidin, adalah bagian dari pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk menilai status gizi atlet dan mengidentifikasi potensi risiko kekurangan energi kronis (KEK).

“Pengukuran LILA adalah cara sederhana dan cepat untuk mengukur cadangan lemak dan massa otot, yang mencerminkan asupan nutrisi dan kesehatan secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sedangkan tes kesehatan glukosa untuk atlet, tambah Turidin, adalah prosedur medis untuk mengukur kadar glukosa dalam darah, yang penting untuk memantau kinerja atletik dan mengelola risiko terkait gula darah.

“Perlu dipahami pentingnya menjaga kadar glukosa yang optimal untuk performa dan kesehatannyaa. Yaitu sekitar 70-110 miligram per desiliter sebelum dan sesudah latihan adalah sumber energi utama bagi tubuh selama aktivitas fisik,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Turidin menyebut, tes kesehatan juga meliputi pemeriksaan telinga, hidung, dada, perut dan extremitas. Selain itu bidang kesehatan KONI Kendal seminggu lalu memberikan nutrisi kepada 504 atlet lewat pelatih masing-masing cabor.

“Harapannya, kegiatan tes kesehatan ini bisa mendukung prestasi atlet Puslatkab Kendal. Untuk hasil tes kesehatan atlet hari ini akan diberitahukan lewat cabang olahraga masing-masing,” pungkasnya.(HS)

Peringati HUT Ke-80 RI, GIR dan Warga Jurangbahas Gelar Aksi Pungut Sampah

Sekjen Kemenag Sebut Ormas Keagamaan Penopang Ketahanan Sosial Bangsa