in

Ketua GP Ansor Pati Tegaskan Tak Ada Pesantren di Bekas Lorok Indah

Foto : Patikab.go,id

 

HALO PATI – Ketua GP Ansor Pati, Itqonul Hakim menegaskan bangunan yang diklaim sebagian pihak sebagai pondok pesantren, bukanlah pesantren. Dia menduga bangunan bertingkat dengan kamar-kamar itu adalah tempat prostitusi.

“Sepengetahuan kami, salah satu bangunan yang dirobohkan oleh Pemda dan di klaim oleh pihak-pihak tertentu sebagai pondok pesantren itu bukanlah pesantren, melainkan bangunan bertingkat dengan kamar-kamar, yang identik dengan aroma prostitusi. Lha wong banyak alat kontrasepsi kita temukan di lokasi kok. Kan saya ada di lokasi dari awal hingga selesai pembongkaran,” kata dia, di sela-sela pembongkaran bangunan di lahan bekas lokalisasi Lorok Indah (LI)

Itqonul Hakim, mengakui di tempat itu terpampang palang pondok pesantre, beserta gambar-gambar kyai. “Namun dari sumber info menyebutkan bahwa palang pondok pesantren itu, baru dipasang setelah Pemda merespon aspirasi semua pihak, dengan kebijakan perobohan kawasan prostitusi LI. Boleh cek ke warga Pati, begitu mendengar kata Lorok Indah, sudah pasti itulah sarang prostitusi,” kata dia seperti dirilis Patikab.go.id.

Itqonul Hakim juga menambahkan, dengan adanya palang tersebut, PCNU dan GP Ansor menyimpulkan ada oknum atau orang-orang yang akan bermain-main, dengan menggunakan pesantren sebagai tameng, untuk menghindari proses penertiban lokalisasi,

“Na’udzubillah jika ada manusia yang tega menggunakan pesantren sebagai bamper prostitusi. Saya ini lahir di lingkungan pesantren, belajar juga di pesantren, pulang pun tinggal di lingkungan pesantren, jadi faham betul dengan pesantren. Dan dipastikan kawasan LI itu tidak ada pesantren. Adanya prostitusi yang  nyamar jadi pesantren, biar tidak dirobohkan oleh Pemda, bahaya kan,” kata dia.

PCNU dan GP Ansor Pati mengapresiasi langkah tegas Pemda. Menurut dia, pembongkaran bangunan bekas lokalisasi itu, merupakan kadu dari Pemkab Pati pada warganya.

“Selamat untuk seluruh warga Pati, karena mendapatkan kado istimewa di tanggal 1 rajab dari pemerintah daerah, yakni pembongkaran kawasan prostitusi, tempat penyebaran HIV AIDS terbesar di Kabupaten Pati,” kata dia.

Untuk diketahui, pembongkaran bangunan yang selama ini dijadikan tempat prostitusi di Kabupaten Pati setelah peringatan ketiga berakhir pada 31/01/2022 berjalan dengan lancar dan kondusif, semua bangunan dirobohkan oleh alat berat yang sudah disiapkan dan diiringi penjagaan ketat oleh petugas gabungan. (HS-08)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (5/2/2022)

Bertemu dengan PT KAI, Bupati Blora Ajak Optimalkan Aset