in

Kepulangan Mengharukan 564 WNI Korban Perdagangan Manusia di Myanmar

Pemulangan Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) yang selama ini terjebak di Myawaddy, Myanmar menggunakan pesawat charter AirAsia tipe B737-900ER di Jakarta, 20 Maret 2025.

HALO NASIONAL – Harapan dan kelegaan menyelimuti ratusan Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) yang selama ini terjebak di Myawaddy, Myanmar. Sebanyak 564 WNI korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penipuan online akhirnya dipulangkan ke tanah air dalam dua gelombang, berkat operasi kemanusiaan berskala besar yang dilakukan oleh Divhubinter Polri.

Dipimpin oleh Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, tim Polri bergerak ke Thailand untuk menjemput para WNI. Proses repatriasi ini merupakan hasil kolaborasi KBRI Bangkok, KBRI Yangon, serta otoritas Thailand dan Myanmar, yang bekerja keras memastikan keselamatan para WNI.

Pada 17 Maret 2025, Tim Satgas Repatriasi WNIB membawa 400 WNI dari Mae Sot, Thailand, menuju Bandara Don Muang Bangkok dengan pengawalan ketat. “Perjalanan darat delapan jam ini menjadi langkah awal mereka kembali ke tanah air,” ujar Brigjen Untung. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat charter AirAsia dan tiba di Indonesia pukul 09.00 WIB, disambut oleh pejabat pemerintah termasuk Menteri Luar Negeri dan Menkopolkam RI.

Gelombang kedua pemulangan yang terdiri dari 156 WNI diberangkatkan pada 19 Maret 2025, dengan potensi penambahan jumlah karena masih ada 10 WNI yang ditahan oleh Kepolisian Hpa An, Myanmar. Kepulangan ini bukan hanya akhir dari mimpi buruk, tetapi juga awal baru bagi para WNI yang selama ini terjebak dalam jeratan perdagangan manusia.

“Sangat disayangkan, sebagian dari mereka diperdaya dengan janji pekerjaan bergaji tinggi tetapi justru dipaksa bekerja di industri penipuan online,” tandas Brigjen Untung. Namun, investigasi lebih lanjut akan dilakukan, karena ada indikasi sebagian terlibat sebagai perekrut.

Repatriasi besar-besaran ini menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam melindungi warga negaranya. Meskipun kondisi politik dan keamanan di Myanmar belum stabil, kerja sama lintas kementerian dan antarnegara memastikan bahwa negara hadir untuk rakyatnya, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.

Bagi para WNI yang kini kembali ke pangkuan ibu pertiwi, perjalanan mereka belum sepenuhnya usai. Namun, setidaknya mimpi buruk di tanah asing telah berakhir, dan mereka dapat memulai lembaran baru di negeri sendiri. “Ini adalah perjalanan panjang dan penuh tantangan, namun kami berkomitmen untuk memastikan seluruh WNI dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkas Brigjen Untung.(HS)

Gerakan Pangan Murah di Semarang: Solusi Stabilitas Harga Menjelang Ramadan dan Idul Fitri

Demo Tolak RUU TNI di Semarang Ricuh, 4 Mahasiswa Diamankan Polisi