
HALO KENDAL – Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menggandeng Tim Penggerak PKK, bersama petugas puskesmas dan bidan desa, untuk aktif mendatangi keluarga anak-anak stunting dan berpotensi stunting guna melakukan edukasi dan pendampingan.
Salah satunya yang dilaksanakan di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal. Petugas mulai mendatangi keluarga anak-anak stunting dan yang berpotensi stunting, Selasa (18/5/2021).
Kepala Puskesmas Kendal II drg Sahadatin mengatakan, di lingkup wilayah kewenangannya terdapat 176 anak berisiko stunting.
Menurutnya, penyebab anak menjadi stunting, bukan hanya karena faktor keluarga tidak mampu, namun banyak yang karena kurang perhatian atau telaten dalam mengasuh anak.
“Untuk itulah edukasi sangat penting kepada ibu-ibu supaya benar-benar memperhatikan kondisi anak. Sebagai ibu harus bisa berkreasi supaya anak mau makan, sehingga asupan gizinya tercukupi, jangan dibiarkan begitu saja, ketika anak tidak mau makan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica Dico Ganinduto mengatakan, anak-anak yang berisiko stunting harus mendapat penanganan yang serius supaya tidak menjadi stunting.
“Kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita harus rajin mendatangi posyandu untuk mengukur berat dan tinggi badan. Sehingga diketahui pertumbuhan anaknya. Fokus utamanya adalah mencegah anak berisiko stunting, supaya tidak menjadi stunting,” tandas Chacha sapaan akrabnya.
Dalam penanganan dan pencegahan anak stunting di Kabupaten Kendal, ternyata mendapat perhatian Mr Jack dari NJO Amerika Serikat.
Pada bulan April lalu, Mr Jack sudah mulai melakukan penjajakan simulasi pelatihan pada kader-kader kesehatan untuk melakukan mitigasi atau edukasi pencegahan stunting.
“Saya bersama petugas puskesmas dan bidan desa mendatangi rumah anak stunting dan yang berpotensi stunting di Kabupatan Kendal,” jelasnya.
Dalam kesempatan saat ditemui, Mr Jack langsung memperlihatkan dan mempraktikkan cara penanganan anak stunting di hadapan orang tua.
“Kami mengajarkan dan memberikan poster bagaimana untuk mengukur tinggi badan sesuai dengan umur dengan poster yang mudah dipahami. Sehingga orangtua bisa memantau perkembangan anak,” ujarnya.(HS)