in

Kendal Raih Faskes Pelayanan KB MKJP Terbaik se-Jawa Tengah

Penyerahan penghargaan terkait fasilitas kesehatan dalam pelayanan KB MKJP dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional perwakilan Jawa Tengah, Selasa (27/12/2022).

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) meraih penghargaan peringkat pertama terkait fasilitas kesehatan dalam pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, di ruang pertemuan gedung C Setda Kabupaten Kendal, Selasa (27/12/2022).

Penghargaan ini dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK, Hari Vasektomi dan Hari Juang Kartika Tahun 2022.

Acara dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, drg Widwiono, Perwakilan Kodim 0715/Kendal, perwakilan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kendal, Bagian Kesra Kendal, Dinas Kesehatan Kendal, Tim Penggerak PKK Kendal, dan perwakilan dari IBI Kendal.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Widwiono mengatakan, hanya ada tiga peringkat terbaik dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan. Yaitu Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Blora.

“Peraih penghargaan peringkat pertama diberikan kepada Kabupaten Kendal, peringkat kedua diberikan kepada Kabupaten Pekalongan, dan peringkat ketiga diberikan kepada Kabupaten Blora,” ujarnya.

Widwiono dalam kesempatan itu juga menyampaikan, keluarga berencana ibarat peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Dijelaskan, yang pertama, dengan tingginya capaian aseptor KB berdampak positif terhadap penurunan angka stunting, dan dengan pengaturan jarak kehamilan memberi kesempatan pada ibu untuk lebih fokus pada dirinya dan anak yang baru dilahirkan.

Manfaat kedua, menurut Widwiono, dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI), dan dengan KB dapat mencegah berbagai risiko yang mungkin terjadi, di antaranya terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak anak.

“Penggunaan alat kontrasepsi dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Selain itu, memberi waktu ibu untuk memulihkan energi dan merawat keluarga,” jelasnya.

Manfaat ketiga, lanjut Widwiono, yaitu dapat menurunkan angka kemiskinan, karena dengan KB ibu memiliki kesempatan untuk bekerja dan membantu perekonomian secara global.

“Kami meminta kepada Dinas Kesehatan, supaya bisa terbuka dan memberi kemudahan pada semua pihak yang membutuhkan data balita stunting by name by adrees melalui aplikasi E-PPGBM,” imbuhnya.

Widwiono juga menyebut, data balita stunting yang ada di aplikasi E-PPGBM itu milik semua pihak yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), baik TPPS tingkat kabupaten maupun TPPS kecamatan dan desa.

”Kita tidak perlu lagi ada kekhawatiran penyalahgunaan data, sehingga pihak-pihak yang membutuhkan data tersebut bisa lebih cepat mengakses untuk bisa digunakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, drg Widwiono kepada Perwakilan dari Kabupaten Kendal.

Sementara Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal, Dwi Siamintarsih dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait yang sudah bekerja secara kolaborasi.

“Sehingga Pemerintah Kabupaten Kendal dapat meraih penghargaan terkait fasilitas kesehatan dalam pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional perwakilan Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dikatakan, dari 192 aseptor yang ditargetkan, secara sukarela mendatangi Faskes yang sudah ditentukan pada triwulan akhir 2022. Di Kendal, kini telah mencapai hingga 804 aseptor.

”Alhamdulillah Kabupaten Kendal meraih peringkat pertama dari 35 kab/kota se-Jawa Tengah dengan capaian pelayanan KB MKJP yang jauh melampaui batas yang ditargetkan, yaitu hingga 418,75 persen,” ungkapnya.

Sedangkan penghargaan terbaik urutan kedua diraih Kabupaten Pekalongan dengan capaian pelayanan KB MKJP 385,09 persen, dan peringkat tiga dari Kabupaten Blora dengan capaian capaian pelayanan KB MKJP 296,45 persen.(HS)

Pemkot Bakal Mediasi Konflik di Lingkungan PMI Semarang

KONI Kendal Siapkan 323 Atlet Hadapi Porprov Jateng 2023