in

Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi Indonesia–Prancis melalui Program ICC Immersion

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi delegasi Prancis melalui Institut Français d’Indonésie (IFI) dalam rangka program ICC Immersion Indonesia/Singapura pada 11-16 April 2026, Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto : ekraf.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif / Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar, dalam pengembangan ekonomi kreatif global, terutama pada subsektor yang mengintegrasikan seni dan teknologi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif / Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, di Autograph Tower, Jakarta, Senin (13/4/2026), dalam audiensi bersama delegasi Prancis, dalam rangka program ICC Immersion Indonesia / Singapura pada 11-16 April 2026.

“Indonesia memiliki kekuatan besar pada talenta kreatif dan keberagaman budaya. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi lintas negara, terutama yang menggabungkan seni, teknologi, dan pengalaman imersif. Ini sejalan dengan upaya kami menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth,” kata Irene Umar, seperti dirilis ekraf.go.id.

Irene Umar juga mendorong delegasi Prancis, untuk memahami lebih dekat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, melalui interaksi langsung dengan pegiat kreatif di sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku industri.

“Kami ingin kolaborasi ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata, baik dalam bentuk co-production, residensi kreatif, maupun pengembangan IP (Intellectual Property / kekayaan intelektual –Red) bersama,” tambah Irene Umar.

Program ICC Immersion yang diinisiasi Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut Français d’Indonésie (IFI) bersama Business France ini melibatkan 12 perusahaan Prancis dari subsektor arsitektur dan museografi, pengalaman imersif dan gim, serta musik, warisan budaya, dan live events.

Direktur IFI, Jules Irrmann, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis dalam pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara.

“Kami melihat Indonesia sebagai ekosistem kreatif yang sangat dinamis dengan talenta muda yang kuat. Program ini mempertemukan pelaku industri Prancis dengan mitra di Indonesia untuk mendorong lahirnya proyek bersama yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, delegasi Prancis juga memaparkan pendekatan dan pengalaman mereka di bidang seni imersif, teknologi kreatif, produksi musik, serta pengelolaan museum dan warisan budaya sebagai referensi pengembangan proyek di Indonesia.

Audiensi ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama bilateral Indonesia–Prancis di bidang ekonomi kreatif, menyusul penandatanganan nota kesepaham (MoU) pada 2025 yang mencakup subsektor film, animasi, kriya, kuliner, fesyen, gim, dan desain.

Melalui audiensi ini, Kementerian Ekraf mendorong percepatan realisasi kerja sama dalam bentuk proyek bersama, pertukaran talenta, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif global. (HS-08)

 

 

Musim Kemarau Bakal Panjang, BMKG Dorong Penguatan Mitigasi Lintas Sektor

Kemdiktisaintek Luncurkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta