HALO BATANG – Irjen Kemenkumhan RI, Razilu mengapresiasi kaderisasi bibit atlet angkat berat, yang dilakukan Lapas Kelas IIB Batang.
Pengkaderan terhadap calon atlet, dinilai positif berkat kiprah Kepala Lapas yang terus memotivasi.
Melihat semangat yang ditunjukkan para calon atlet, ia menyampaikan tips agar berhasil mewujudkan impiannya.
“Mereka harus punya mimpi atau cita-cita jadi atlet yang hebat, latihan yang konsisten dan berdoa,” katanya, usai berbincang dengan para calon atlet angkat berat, di Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Selasa (25/7/2023).
Tiga hal tersebut, menurut dia menjadi modal utama, para calon atlet tersebut akan berhasil mengharumkan nama keluarga, daerah bahkan hingga kancah nasional.
“Tidak menutup kemungkinan dari Kabupaten Batang ini akan menetaskan atlet hingga kancah internasional,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Razilu juga menyampaikan, bahwa Kemenkumham memiliki program Bergerak Bangkitkan Kesadaran Inspirasi dan Motivasi (Gerbang Transisi).
Untuk merealisasikan program tersebut, nantinya Lapas Batang juga akan melakukan penandatanganan sepuluh pesan Irjen Kemenkumhan, yang diimplementasikan saat bertugas maupun di masyarakat.
“Kami juga melakukan kunjungan langsung untuk melihat kinerja di Lapas, seperti bengkel kerja, dapur, poliklinik, hingga berbincang langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebab tujuan utamanya menjadikan mereka sebagai manusia seutuhnya,” kata dia.
Bimbingan Rohani
Sementara itu dalam kunjungan tersebut, Razilu juga menyampaikan tausiah kepada para narapidana atau warga binaan pemasyarakatan.
Dalam tausiah, Razilu mengatakan bahwa Tuhan mewajibkan manusia untuk berhubungan baik dengan sesamanya.
“Walaupun kita di dalam penjara kita akan menjadi miliader di akhirat kelak” tambah Irjen.
Tausiyah yang disampikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM tersebut cukup berkenan bagi WBP Lapas Batang.
“Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi kami sebagai warga binaan, harapan saya kegiatan seperti ini bisa sering-sering diadakan lagi, dengan kegiatan ini dari yang sebelumnya kami belum tahu menjadi tahu mengenai agama, sosial, dan kehidupan,” kata Deni Bastian, salah satu napi.
Kegiatan kajian dan tausiyah semacam ini diharapkan dapat menjadi suatu kegiatan rutin bagi Santri dan WBP lain di Lapas Batang agar nantinya WBP Lapas Batang dapat lebih memperdalam ilmu agama serta sebagai sarana pembinaan kekerohanian WBP Lapas Batang. (HS-08)