in

Kemenag Minta Pengelola Zakat Bersinergi Ikut Tanggulangi Kemiskinan

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur menekankan pentingnya sinergi antarlembaga pengelola zakat, agar bisa ikut berperan dalam menanggulangi kemiskinan secara efektif.

Hal ini ditegaskan Waryono saat melakukan kunjungan kerja di kantor Lembaga Amil Zakat (LAZ) Zakat Kita Bersama, di Samarinda, baru-baru ini.

Waryono juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas lembaga tanpa adanya kompetisi antarpengelola zakat.

“Pengelola zakat seharusnya tidak bersaing. Fokus kita adalah bagaimana zakat bisa menanggulangi kemiskinan secara efektif,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Pada saat bersamaan, Waryono juga meminta peran LAZ dalam memberikan pendidikan teologi kepada para mustahik, utamanya dalam konteks pemberdayaan ekonomi.

Pendidikan teologi diharapkan dapat mengubah pola pikir mustahik, mengenai takdir kehidupan, yang pada akhirnya dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan.

“Mustahik perlu diberi pemahaman teologi tentang tauhid, iman, dan takwa. Banyak yang masih berpikir bahwa kemiskinan adalah takdir yang tidak bisa diubah. Padahal, tujuan zakat adalah mengubah mustahik menjadi muzaki,” sebutnya.

Pendidikan teologi itu, kata Waryono, harus diselaraskan dengan program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan lembaga zakat.

Pendidikan teologi dapat diberikan dalam kegiatan pendampingan, yang mencakup materi tentang tauhid, iman, dan takwa.

“Zakat bisa menjadi solusi jika kita fokus pada transformasi mustahik menjadi muzaki,” jelasnya.

Pimpinan LAZ Zakat Kita Bersama, Aziz menyampaikan, lembaganya kini memiliki tujuh staf amil dan satu pimpinan.

“Kami menjalankan empat pilar program zakat, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Tahun lalu, kami menghimpun Rp 1,5 miliar dan menyalurkan Rp 1,2 miliar,” ungkap Aziz.

Aziz menambahkan, memasuki akhir tahun 2024, lembaganya telah menghimpun Rp800 juta dan mendistribusikan Rp700 juta hingga semester pertama.

Sementara itu, perwakilan Baznas Provinsi Kaltim, Badrus Syamsi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara LAZ dan Baznas. “LAZ adalah mitra Baznas, bukan kompetitor. Fokuslah pada mustahik, bukan berebut muzaki,” ujarnya. (HS-08)

Kisah Jupraini Sipahutar Penyuluh Non PNS Kemenag Melayani Umat Islam di Sibolga Selatan

OVOP Go Global Perluas Pasar IKM Unggulan Berkearifan Lokal