HALO PURBALINGGA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi Jawa Tengah, memberikan bantuan berupa drone pertanian, kepada kelompok tani “Mekar Tani”, Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga.
Bantuan diberikan untuk mengefisienkan pekerjaan petani dan menumbuhkan minat generasi muda, agar bersedia terjun di bidang pertanian.
Bantuan diserahkan Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Mukodam di Balai Desa Penolih, Kamis (22/9/2022).
Mukodam menyampaikan, drone pertanian tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk para petani khususnya di Desa Penolih, untuk menyemprotkan pestisida atau pupuk cair.
Dengan adanya alat tersebut, diharapkan dapat membuat pekerjaan para petani lebih efisien dan meningkatkan kapasitas produksi.
Mukodam berharap nantinya di desa Penolih juga ada yang bisa mengoperasikan drone tersebut.
“Mengingat strateginya di bidangnya pertanian kita berharap adanya regenerasi, di beberapa kecamatan kita juga membentuk pemuda pertanian,” katanya.
Drone dengan 4 penggerak ini, mampu membawa tangki berisi cairan bervolume 5 liter. Dengan tegangan 48 volt, berat jika tangki terisi penuh 15,75 kilogram, drone ini mampu terbang selama 20 menit dengan 2 baterai.
Luas lahan yang mampu dicapai drone pertanian tersebut kurang lebih 5,576 meter persegi. Selain itu, drone tersebut juga dilengkapi dual kamera dan GPS untuk membandingkan area yang akan dicapai.
“Harus ada personel yang bisa mengoperasikan. Saya berharap dengan perkembangan teknologi, para petani muda semakin tertarik dengan dunia pertanian,” imbuh Mukodam.
Hadir dalam acara tersebut, Kabid Inovasi Dan Teknologi Bappeda Provinsi Jateng, Agung Koenmarjono.
Agung mengatakan bantuan drone pertanian tersebut merupakan langkah Pemprov Jateng, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi krisis pangan.
Fungsi drone, untuk mempermudah petani dalam penyemprotan pestisida dan pemupukan.
“Drone ini diharapkan dapat mendukung perkembangan pertanian karena dapat mempercepat salah satu proses produksi yakni penyemprotan pestisida dan pemupukan,” kata dia. (HS-08)