HALO KENDAL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Salah satunya menggelar acara Capacity Building yang bertema “Speed, Smart, Solid” di salah satu hotel di Magelang, Jumat-Minggu (10-12/2/2023).
Acara diikuti karyawan Dinkes dan para kepala puskesmas serta kepala tata usaha puskesmas se-Kabupaten Kendal.
Kepala Dinkes Kendal, dr Abidin menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memperkuat komitmen sumber daya kesehatan di Kendal dan menyamakan persepsi dalam mencapai target program 2023.
“Kegiatan capacity building ini dalam rangka meningkatkan kualitas dan karakter pegawai juga untuk mempererat hubungan koordinasi dan kekeluargaan dalam struktur organisasi. Dengan adanya koordinasi yang baik akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang berimbas kepada masyarakat yang merasakan program-program kesehatan,” terangnya, Sabtu (11/2/2023).
Target yang harus dicapai, yaitu menaikkan usia harapan hidup hingga 74,45 persen. Kemudian menurunkan angka kematian ibu menjadi 81 per 100 ribu kelahiran hidup.
Selain itu, lanjut dr Abidin, juga menurunkan angka kematian bayi menjadi 7,8 per seribu kelahiran, serta menurunkan angka pravalensi stunting menjadi 15 persen.
Ditegaskan, AKI dan AKB bukan hanya merupakan indikator kesehatan ibu dan anak, namun juga dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang efisien dan efektifitas dalam pengelolaan program kesehatan.
“Harapan kami dengan digelarnya acara rakor ini, beberapa target tersebut di atas bisa tercapai di tahun 2023,” tandas dr Abidin.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kendal, Parno menambahkan, rakor Dinkes dengan puskesmas ini diharapkan bisa meningkatkan sinergitas untuk satu frekuensi dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat.
Karena menurut Ketua KNPI Kendal tersebut, dibutuhkan komitmen dalam pelaksanaan peran dan kewenangan masing-masing melalui sinkronisasi dan integrasi yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan.
“Di antaranya stunting, penurunan stunting, penurunan AKI-AKB. Untuk mewujudkannya Dinas Kesehatan dan puskesmas harus satu frekuensi,” tandas Parno. (HS-06)