HALO JEPARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara meminta masyarakat lebih waspada, saat berkunjung ke lokasi wisata air alami.
Imbauan itu disampaikan setelah dua remaja tenggelam di Kedung Watu Bobot, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Sabtu (28/3/2026).
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan lokasi wisata air alami kerap menyimpan risiko yang tidak selalu terlihat dari permukaan.
Salah satunya adalah arus bawah yang cukup kuat. Karena itu, pengunjung diminta mengutamakan keselamatan saat bermain air.
“Intinya jaga keselamatan,” kata Arwin, usai proses evakuasi, Sabtu (28/3/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 di kawasan wisata Kedung Watu Bobot. Lokasi tersebut mendapat suplai air dari Kali Ndayung dan sumber mata air di kawasan Watu Bobot.
Dua korban, yakni Muhammad Miftahul Koir dan Azka, diketahui merupakan pelajar asal Desa Bawu, Kecamatan Batealit.
Mereka masih berusia 17 tahun dan keduanya warga RT 6 / RW 1 Desa Bawu, Kecamatan Batealit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika korban Azka berenang di kedung tersebut, namun tiba-tiba tenggelam.
Melihat temannya tenggelam, Muhammad Miftahul Koir berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil dan malah ikut tenggelam.
Proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim gabungan. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Jepara, Kecamatan Batealit, Pemerintah Desa Batealit, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan GCTS, linmas, dan warga setempat.
Kegiatan evakuasi tersebut juga langsung dipantau oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo beserta jajaran.
Arwin menjelaskan, proses pencarian sempat terkendala kondisi arus bawah yang cukup kuat. Hal itu membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati selama proses evakuasi berlangsung.
“Di lokasi arus bawahnya kencang banget,” ujarnya.
Korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.30. Lokasinya berada di sekitar titik awal tenggelam. Korban pertama ditemukan dengan bantuan jangkar, sedangkan korban kedua ditemukan oleh tim penyelam.
“Ditemukan di titik mereka tenggelam. Yang pertama ditemukan sekitar jam 11.30,” jelas Arwin, seperti dirilis jepara.go.id.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan tali asih kepada keluarga korban.
Bantuan tersebut masing-masing berupa paket sembako dari Dinsospermades, dan uang tunai Rp1 juta dari PMI untuk setiap keluarga korban.
BPBD Jepara kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan risiko di kawasan wisata air alami.
Pengunjung diminta tidak berenang di area yang belum diketahui kedalamannya. Terutama di lokasi yang memiliki arus bawah, batu licin, dan kontur air yang tidak merata. (HS-08)