in

Kasus Covid-19 di Kota Semarang Meningkat, Tiga Kecamatan ini Tertinggi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam.

HALO SEMARANG – Angka paparan Covid-19 di Kota Semarang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan kasus. Data dari Dinkes Kota Semarang pada Senin (7/11), angka positif Covid-19 di Kota Semarang mencapai 142 kasus. Dari total kasus tersebut, ada 81 orang dari Kota Semarang dan 61 orang asal luar kota yang tinggal di Kota Semarang.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, Dinkes Kota Semarang telah memetakan wilayah-wilayah di dengan jumlah kasus Covid-19 tinggi.

Dari data Dinkes, Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan Ngaliyan menjadi wilayah dengan kasus Covid-19 tertinggi di Kota Semarang.

Tak hanya melakukan pemetaan, kata Hakam, terkait penanganan penyebaran Corona yakni dengan pembatasan mobilitas masyarakat di wilayah dengan kasus Covid-19 tinggi, hingga sampling pasien di setiap puskesmas yang ada di Kota Semarang juga dilakukan.

Dari sampling yang dilakukan, beberapa pasien di puskesmas dinyatakan positif Covid-19 dengan rata-rata penambahan 50 kasus setiap hari.

“Namun kami belum bisa memastikan apakah yang dinyatakan positif terpapar Omicron XBB, karena harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS),” terangnya, Kamis (10/11/2022).

Dilanjutkan Hakam, pemeriksaan WGS dilakukan oleh Pemprov Jateng dengan persyaratan khusus misalnya, dalam satu keluarga tingkat penyebaran cepat atau bergejala maupun sudah vaksin lengkap namun tetapl tertular Covid-19.

Meski demikian, Hakam mengatakan, Pemkot Semarang bisa merujuk pasien dengan indikasi khusus untuk melakukan WGS.

Dijelaskan Hakam, jika paparan Covid-19 di Kota Semarang, ia menyebutkan rata-rata masyarakat berusia lanjut yang terpapar Covid-19.

“Penularan dari anak muda yang mobilitasnya tinggi, untuk itu kami imbau anak-anak muda tetap menerapkan Prokes dan melakukan vaksinasi booster,” ujarnya.

Hakam menambahkan capaian vaksinasi booster di Kota Semarang di angka 65 persen lebih dan stok vaksin yang masih tersedia mencapai 7.230 dosis.

Sedangkan jumlah stok vaksin itu akan terus diupayakan jika ketersediannya menipis, bahkan pihaknya juga menjamin ketersediaan vaksin untuk masyarakat. Jumlah vaksin yang ada disebarkan ke seluruh puskesmas yang ada di Kota Semarang termasuk ke sentra vaksinasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.

“Stok vaksin yang tersedia bisa bertahan kira-kira sepekan, harapan kami di awal tahun depan capaian vaksinasi booster bisa di angka 80 persen,” paparnya.

Jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) Dinkes Kota Semarang juga melakukan persiapan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Dinkes menyarankan ada pembatasan kegiatan masyarakat serta pengoptimalan aplikasi PeduliLingkungan.

Pengoptimalan PeduliLindungi yang dimaksud adalah pengembangan aplikasi untuk memberikan imbauan melakukan vaksinasi booster bagi masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi dosis ketiga.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri untuk menekan angka Covid-19, kerjasama pihak lain sangat kami butuhkan,” tambahnya.

Bahkan pada sebelumnya Minggu (6/11) Dinkes Provinsi Jateng mencatat, Kota Semarang menempati posisi ke tiga dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di Jateng. Dinkes Provinsi Jateng, mencatat jumlah positif Covid-19 di Kota Semarang mencapai 122 kasus.

Sementara di Kabupaten Demak menempati posisi pertama dengan 133 kasus dan Kabupaten Jepara di posisi ketiga dengan sebanyak 125 kasus Covid-19.

Sebelumnya, terkait tingginya kasus Covid-19, Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan akan menggencarkan vaksinasi kembali. Dikatakannya, tingkat semangat masyarakat untuk booster ini sangat kurang, bahkan saat ini dianggap sudah nggak ada lagi Covid-19, prokes warga juga mulai kendur.

Mbak Ita begitu sapaannya, menerangkan apalagi jatah vaksin yang didapat sudah disebarkan ke Puskesmas. Mbak Ita meminta, Dinkes untuk melakukan percepatan. Apalagi saat ini masuk musim hujan, dimana virus seperti Covid-19 akan lebih mudah berkembang biak.

“Tim Dinkes, saya minta melakukan percepatan dengan kembali muter dan mobile. Sasarannya adalah Kelurahan dan Kecamatan dengan angka kasus tertinggi,” jelasnya.

Selain dengan angka Covid-19 tertinggi, lanjut Ita, Dinkes wajib menyasar wilayah yang capaian vaksinasinya booster masih cukup rendah.

“Saya minta lurah dan camat untuk terus mendorong warga booster, agar angka Covid-19 tidak kembali naik. Nanti kita akan dorong per kecamatan,” pungkasnya. (HS-06)

Budayakan Antikorupsi dan Gratifikasi: Makan Enak, Tidur Nyenyak

Dibayangi Resesi, Laba PT BPR BKK Pati Tetap Naik Signifikan