HALO JEPARA – Sebuah pemandangan tak bisa, tampak di lapangan apel Polresta Jepara, Sabtu (2/12/2023).
Sejumlah personel dalmas, terlihat melakukan latihan penindakan huru-hara (PHH).
Uniknya, latihan untuk memperkuat kemampuan personel itu, tidak hanya diikuti anggota bintara, melainkan juga perwira, termasu Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.
Sama seperti bintara, para perwira itu juga mengenakan pakaian PHH lengkap, termasuk tameng dan juga tongkat.
“Jadi tidak hanya anggota Bintara saja yang melaksanakan latihan Dalmas, kali ini para perwira juga kita ikutkan dalam latihan,” kata AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Menurutnya, semua ini untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan fisik dan keterampilan seluruh personelnya, terutama menjelang Pemilu 2024.
“Tidak hanya itu saja, kita akan maksimalkan kemampuan seluruh personel Polres Jepara dalam menghadapi perkembangan situasi kamtibmas selama pelaksanaan Pemilu 2024,” ujar Kapolres Jepara.
Dengan berbaju lengkap PHH Dalmas, para perwira melaksanakan latihan kembali mulai dari sikap siaga hingga sikap berlindung dan sikap dorong.
Abituren Akpol 2003 ini menambahkan, bahwa latihan ini sebagai upaya untuk memperdalam teknik Dalmas demi kesiapsiagaan personel di lapangan jika terjadi aksi massa selama pelaksanaan Pemilu 2024.
Secara terpisah, Kasubsipenmas Sihumas Polres Jepara Ipda Puji Sri Utami mengatakan, bahwa latihan pengendalian masyarakat (dalmas) tersebut merupakan bentuk kesiapan personel yang akan diterjunkan kelapangan. Sehingga mendukung aspek pengamanan jalannya pesta demokrasi pada pemilihan umum (pemilu) serentak 2024 mendatang.
Ipda Puji menjelaskan, bahwa pelaksanaan latihan Dalmas ini dilakukan secara rutin.
Bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan keterampilan personel, dalam kesiapsiagaan personil menghadapi perkembangan situasi kamtibmas.
“Latihan Dalmas ini, juga dilaksanakan dalam menyikapi kesiapan personel Polres Jepara dalam menghadapi pemilu serentak 2024. Sehingga apabila terjadi unjuk rasa saat pesta demokrasi nantinya, personel tetap humanis, tidak sampai melakukan perbuatan anarkis yang tentunya ini tidak dibenarkan,” jelasnya.
Selain itu, latihan pengendalian masyarakat ini dapat meningkatkan kemahiran personel saat melakukan pengamanan pemilu. Kemudian, membentuk mental emosional personel yang stabil saat menghadapi massa. (HS-08)