HALO SEMARANG – Kader Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra se-Jawa Tengah (Jateng) diminta untuk bisa meneladani filosofi kepemimpinan Sunan Kalijaga. Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Ahmad Yanuar Rikza menilai Sunan Kalijaga merupakan salah satu tokoh penting di Jawa yang harus diteladani, termasuk dalam kepemimpinan.
“Penting meneladani beliau karena terbukti perannya dalam membantu Kerajaan Demak zaman Raden Fatah,” katanya dalam Short Couse Manajeman Organisasi dan Kepemimpinan PD Satria Jateng di Hotel Taman Wisata Kopeng, Minggu (26/6/22).
Ahmad Yanuar yang memiliki sapaan akrab Ari Wahid itu menjelaskan, ada empat filosofi kepemimpinan Sunan Kalijaga yang harus diteladani kader Satria.
Pertama, urip iku urup (hidup itu menyala). Kader Satria diminta untuk menyalakan hidup dengan berkontribusi kepada masyarakat. Sikap kedua adalah suro diyo joyo jayaningrat, lebur dening pangastuti.
“Filosofinya, keras hati dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijaksana dan sabar. Satria harus mampu berpikir jernih, kalau emosi dalam kesehariannya lebih banyak musuh daripada kawan,” lanjutnya.
Teladan ketiga yaitu ojo ketungkul marang kelungguhan, kadonyan kan kemareman. Maknanya, kata dia, seorang pemimpin harus ikhlas, tidak boleh gila harta dan jabatan. Lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada individu.
Terakhir dan menurutnya yang paling sulit yaitu memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara. Menurutnya, seorang yang ingin menjadi pemimpin harus mengayomi, menyejahterakan, dan melindungi yang dimpimpin. “Serta harus mencegah datangnya angkara murka,” imbuh Ari.
Ia mengatakan kepada 32 kader Satria se-Jateng bahwa kepemimpinan adalah penderitaan dan penghargaan. Penghargaan akan didapatkan setelah menanggung penderitaan
“Harus berani menderita dulu agar mendapatkan penghargaan. Jangan cuma pengen dapat penghargaan,” ungkapnya.
Pimpinan Daerah (PD) Satuan Indonesia Raya (Satria) Jawa Tengah (Jateng) juga berkomitmen menjadi garda terdepan Partai Gerindra untuk memenangkan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua PD Satria Jateng, Heri Pudyatmoko saat memberikan sambutan.
“Kita sebagai kader partai, sesuai semboyan, mau tidak mau harus ada di garda terdepan untuk memenangkan Pak Prabowo jadi presiden,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut menyampaikan, bahwa sebagai salah satu sayap partai, Satria harus turut membantu target Partai Gerindra. Para kader diminta untuk tetap menjaga loyalitas dan militansinya.
“Harapan kami jangan lupakan amanat yang sudah disepakati bersama, yaitu memenangkan Pak Bowo dan Gerindra,” ucapnya yang juga Bendahara DPD Gerindra itu.
Selain itu, Heri juga meminta kader-kader Satria di lingkup Jateng untuk terus mengembangkan potensi dan SDM yang dimiliki agar dapat berkontribusi di masyarakat melalui Gerindra.
“Satria juga menjadi sumber utama partai untuk duduk di mesin partai. Mulai sekarang kader disiapkan juga sebagai calon legislator atau dewan di Jateng,” katanya.
Ia berharap agar target dan tujuan yang sudah direncanakan ini harus dilakukan langkah demi langkah. Maka dari itu, sinergi dan kolaborasi harus dilakukan secara masif.
“Terus smangat, loyal, dan militan jadi garda terdepan. Kita bangga dengan Satria yang mampu berjalan mandiri,” ujar Bendahara DPD Gerindra Jateng tersebut.(HS)