in

Kabaharkam Polri Pastikan Alat Pencarian Korban Gempa Cianjur Tercukupi

Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistiyanto, melakukan peninjauan lokasi gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (25/11/2022). (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistiyanto, melakukan peninjauan lokasi gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (25/11/2022). Tinjauan itu dilakukan guna memastikan kesiapan personel dan sarana pencarian korban yang masih hilang akibat longsor tercukupi.

Arief mengatakan, terdapat tambahan bantuan helikopter yang kembali dikirimkan untuk membantu proses pencarian korban hilang.

“Saya pertama bertemu Pak Kapolda, karena kemarin sudah laporan ke saya membutuhkan bantuan helikopter dan sudah saya kirimkan,” kata Arief, di lokasi gempa Cianjur, Jabar, Sabtu (25/11/2022), seperti dirilis humas.polri.go.id.

Menurut Arief, dirinya siap mengirimkan bantuan personel dan sarana, guna menunjang pencarian korban, hingga pemenuhan kebutuhan pengungsi di seluruh posko, serta desa terisolir.

“Saya sampaikan kepada Pak Kapolda, kalau masih memerlukan bantuan teknis K-9, kami akan kirimkan,” kata Arief.

Sejauh ini, kata Arief, terdapat 5 ekor anjing pelacak K-9 dari Direktorat Satwa Mabes Polri, yang telah dikirimkan. Selain itu Polda Jabar juga mengirim 4 ekor anjing pelacak. Dengan jumlah tersebut, diyakini masih tercukupi.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, anjing-anjing pelacak tersebut memiliki spesifikasi khusus, dapat mencari korban di reruntuhan.

Sementara, untuk helikopter, sampai saat ini terdapat dua unit yang sudah berada di lokasi untuk digunakan mendistribusikan kebutuhan pokok bagi warga terisolasi.

Selain itu, Arief juga memberikan pengarahan kepada personel yang menjadi bawah kendali operasi (BKO). Personel tersebut diminta untuk disiplin dan kesehatan.

“Yang penting jaga disiplin, jaga kesehatan, dan benar-benar melakukan operasi kemanusiaan, karena masih ada beberapa korban yang belum ditemukan,” tuturnya.

Polwan

Sementara itu sebelumnya Polri telah mengerahkan sedikitnya 17 anjing pelacak K-9, untuk mencari korban gempa.

Satwa-satwa itu bekerja atas kendali dua polwan dari Mabes Polri dan satu dari Ditsatwa Polda Jawa Barat (Jabar). Mereka mencari korban di Desa Cijedil dan tapal kuda, Cianjur.

Salah satu polwan Mabes Polri, Bripda Debby Aprilyani, menceritakan jajarannya membawa anjing pelacak guna mencari jenazah. Sembilan ekor anjing bertugas mencari jenazah dan satu bertugas mencari orang hidup.

“Setiap turun ke satu lokasi, ada empat anjing yang dikerahkan. Saya bertugas sebagai pawang di sini, jadi mengendalikan satu anjing bernama Ari, untuk mencari titik diduga terdapat jenazah,” kata Debby, di lokasi gempa Cianjur, Jabar, Jumat (25/11/2022).

Sebagai pawang, Debby sudah melatih salah satu anjing K-9 bernama Ari sejak lama. Dengan begitu, kata Debby ketika ada bencana seperti ini, Ari langsung diarahkan ke lokasi yang berdasarkan informasi terdapat warga tertimbun longsor.

Bagi Debby, cuaca dan gempa susulan masih menjadi tantangan pencarian korban ini. Kendati demikian, Debby belum menemui kendala saat mencari korban bersama K-9.

“Kendala tidak ada. Cuma memang ke lokasi, kita gendong (anjingnya), karena medannya agak susah. Juga agar tidak terjadi luka pada anjingnya,” katanya.

Sejauh ini, kata Debby, sudah ditemukan 4 jenazah dari proses pencarian oleh K9. Debby mengatakan, upaya itu akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan.

Sementara itu, anggota Ditsatwa Polda Jabar, Bripda Indah Saraswati mengungkapkan, anjingnya yang bernama Pedro, bertugas mencari orang hidup. Sejak awal dikerahkan, tidak ada titik yang ditemukan Pedro.

Indah membeberkan, anjing Pedro juga dirangsang dengan bau busuk sintetis untuk memancing instingnya sebelum mencari korban. Dengan begitu, Pedro bisa lebih membantu proses pencarian korban hilang yang sudah meninggal.

Namun demikian, Indah menyebut Pedro juga dilatih kala waktu istirahat. Hal itu dilakukan untuk mengasah instingnya agar bisa menemukan titik tujuan.

“Biasanya disuruh mencarinya selama 20 menit saja, karena kalau lebih biasanya nggak fokus. Kalo mau lanjut lagi, istirahat dulu satu jam, baru mulai lagi,” tutur Indah. (HS-08)

Kabaharkam Lakukan Trauma Healing pada Anak-Anak Korban Gempa

Polres Grobogan Selesaikan Dugaan Kasus Penipuan CPNS Secara Restorative Justice