in

Jembatan Gantung Gempolsewu di Kendal Selesai Dibangun, Fadoli : Semoga Bermanfaat

HALO KENDAL – Jembatan Gantung Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal akhirnya selesai dibangun pada 31 Desember 2023 lalu. Warga pun antusias menggunakan untuk akses ke tempat tujuan.

Jembatan yang merupakan aspirasi Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Jawa Tengah 1, Fadholi, ini dibangun melalui anggaran APBN di Kementerian PUPR RI sebesar Rp 3,9 miliar.

Warga yang nampak sumringah ketika melintasi Jembatan Gantung Gempolsewu, tak jarang menyempatkan diri untuk mengabadikannya dengan berswafoto di sepanjang jembatan.

Salah seorang warga Desa Gempolsewu, Yuli mengaku, sangat gembira jembatan yang telah mereka nantikan sejak berpuluh-puluh tahun lalu, akhirnya dapat terealisasi pembangunannya.

“Wah senang sekali sekarang sudah ada jembatan gantung. Jembatannya bagus, jadi kita sekarang juga tidak susah lagi terutama kalau mau ke Dusun Randusari, tidak perlu naik perahu atau memutar,” ujarnya, Selasa (2/1/2024).

Yuli dan seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah terutama Kementerian PUPR RI dan Anggota Komisi V DPR RI, Fadholi yang telah mengupayakan realisasi pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Kami seluruh warga Desa Gempolsewu mengucapkan syukur Alhamdulillah, dan berterima kasih kepada pemerintah juga kepada Bapak Fadholi, karena dengan dibangunnya jembatan gantung ini dapat memberi manfaat sebagai akses penghubung antar wilayah,” ungkapnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Fadholi mengungkapkan, jembatan tersebut sangat ditunggu sejak lama oleh warga, karena merupakan antar Dusun, antar Desa, antar Kecamatan Rowosari dan Kecamatan Gringsing dan antar Kabupaten Kendal dan Batang.

“Alhamdulillah aspirasi terealisasi dan jembatan gantung yang ditunggu-tunggu warga sudah selesai dibangun. Semoga bisa bermanfaat untuk aktivitas warga,” ungkap Politisi Partai NasDem tersebut kepada halosemarang.id, Selasa (2/1/2024).

Sedangkan Pengawas Pekerjaan Jembatan Gantung Gempolsewu, Muhamad Santri Kalimasada mengatakan, jembatan gantung diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor.

Dirinya menyebut, tidak ada kendala selama pengerjaan jembatan yang dibangun dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar empat meter dengan ietinggian hampir mencapai 5.36 meter tersebut.

“Jadi perahu-perahu nelayan aman saat melintas di bawah jembatan gantung itu. Kalau pengerjaannya sendiri tidak ada masalah, semua lancar dari akses hingga material juga lancar semua. Dan selama tiga bulan selesai sesuai target yang ditentukan,” terang Santri Kalimasada. (HS-06)

Pimpinan Ponpes Genggong: Hidup Prabowo Sudah Diwakafkan untuk Indonesia

Polisi Periksa Ahli Pidana Terkait Peristiwa Duel Maut di Semarang