HALO SEMARANG – Honda masih menjadi pabrikan paling buncit pada MotoGP 2024.
Pada musim keempatnya di kelas premier dan setelah finis terbaik dalam kariernya di posisi kedelapan pada kejuaraan tahun lalu, Luca Marini mendapati kehidupan di Honda sangat sulit.
Adik tiri Valentino Rossi itu menggantikan Marc Marquez yang keluar dari pabrikan dan hengkang ke Ducati.
Marini (26) bahkan butuh waktu hingga putaran kesembilan musim ini untuk mencatatkan poin pertamanya sebagai pembalap Honda.
Satu poin itu didapat karena hukuman penalti tekanan ban kepada Augusto Fernandez yang finis di depan Luca pada balapan di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
Kendati belum mampu bangkit dari posisi paling belakang, dia berjanji untuk bertahan dalam jangka panjang hingga pabrikannya kembali kompetitif.
’’Saya ingin menjadi bagian dari proses ini. Saya juga ingin menang bersama Honda,’’ ujar Marini seperti dilansir dari Crash.
Musim ini dia meninggalkan tim VR46 untuk menjadi pembalap pabrikan bersama Repsol Honda.
Luca mengaku masih berkomunikasi dengan Rossi.
’’Saya mencoba menanyakan sesuatu darinya. Dari luar, saya memahami situasi dengan Honda sedikit rumit jadi saya lebih fokus pada perasaan saya dan melakukan pekerjaan dengan baik bersama tim saya,’’ papar pria asal Italia ini.
Marini juga mengungkap tentang tekanan dan ekspektasi untuk mengikuti jejak Rossi.
’’Semua perbandingan dengan Vale, bagi semua pembalap, hanyalah sebuah kekalahan. Vale adalah GOAT (Greatest of All Time) atau yang terbaik sepanjang masa dalam olahraga ini,’’ tegasnya. (HS-06)