in

Ini Dia Upaya Pemkab Kebumen Masukkan Geopark Karangsambung Karangbolong agar Diakui UNESCO

Bukit Hud di kawasan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen, kini tengah melakukan persiapan agar Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong bisa diakui oleh UNESCO.

Halitu menyusul keberhasilan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, masuk peringkat satu kandidat UNESCO Global Geopark.

Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) telah meminta Pemda Kebumen, menyiapkan dossier atau berkas tentang kelengkapan Geopark Karangsambung dan Karangbolong, dengan tema “The Best Evidence of Plate Tectonic Theory at South East Asia and karstic landscape”.

Berkas tersebut berisi uraian tentang warisan geologi, badan pengelola, visibilitas geopark, website, dan medsos, upaya pelestarian, keaktifan dalam jaringan geopark, kegiatan pendidikan kepada masyarakat, penumbuhan ekonomi local, rencana induk geopark, pembangunan berkelanjutan, berkas itu akan diusulkan ke UNESCO.

“Beberapa langkah yang harus segera kita siapkan adalah dokumen usulan beserta buktinya  ke UNESCO  secara komprehensif agar tidak mengalami kegagalan. Kemudian perlu melaksanakan amanat Perda Geopark Kebumen dalam pembentukan Badan Pengelola Geopark,” kata Tenaga Ahli Badan Pengelola Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Chusni Ansori, baru-baru ini, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Chusni juga mengatakan pihaknya harus membuat time line kegiatan secara ketat, lengkap dengan penanggungjawabnya dan badan pengelola baru, untuk rentang waktu 1 tahun ke depan.

Juga mewujudkan sekretariat  geopark yang representative, sebagai pusat informasi geopark, sosialisasi dan edukasi pada pengelola 10 sampai 15 lokasi yang akan disiapkan untuk penilaian.

“Lalu perlu peningkatan visibilitas atau papan informasi, papan petunjuk, penanda wilayah geopark, booklet, leaflet, peta wisata/geotrail. Penyiapan administrasi penilaian dan teknis lapangan,” kata dia.

Lebih lanjut, Chusni menyatakan perlu menjadikan semua kegiatan Pemda bertema geopark.

“Saya yakin setiap OPD banyak kegiatan yang berkaitan dengan geopark tapi belum bertema geopark,” kata dia.

Yang lebih dari itu kesiapan anggaran dan kolaborasi dengan pihak swasta dengan membuat MoU atau perjanjian kerja sama dengan geopark lain atau institusi lain.

Ia menyebut dokumen usulan dengan bukti-bukti penguatnya harus bisa selesai pada bulan depan, karena harus di upload antara  1 Oktober hingga 30 November 2022. (HS-08)

Ganjar Cek SPBU Di Rembang Pastikan Situasi Aman, Masyarakat Terlayani Baik

Bupati Purbalingga Minta Disperindag Pantau Kenaikan Harga Barang