INGIN mengulang sukses dari film honor Keramat pendahulunya yang fenomenal tayang pada 2009 lalu, Keramat 2: Caruban Larang kembali hadir untuk menyapa pecinta honor di tanah air.
Seperti dari film pertamanya, dalam sequel film ini tetap menampilkan cerita mistis yang diambil dari lokasi atau tempat keramat. Namun, dengan alur cerita yang berbeda. Baik itu dengan lokasi syutingnya yang tentunya disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dikemas dengan konsep found footage. Yakni teknik pembuatan film fiksi namun dikemas seperti film dokumenter dan bertutur seperti kisah nyata.
“Kami butuh selama 13 tahun untuk hadirkan Keramat 2: Caruban Larang setelah film Keramat yang fenomenal sukses menghadirkan kengerian nyata dari lokasi-lokasi yang benar-benar horor dan keramat dengan konsep found footage pertama,” kata Produser film Keramat 2, Chand Parwez Servia, di Semarang, usai acara nonton film Keramat 2, di DP Mal Semarang, Senin (22/11/2022)
Dirinya pun mengaku untuk mempersiapkan produksi film ini dengan matang membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun.
“Dan juga perlu riset panjang untuk menggarap Keramat 2: Caruban Larang, dan dapat diselesaikan produksinya di tahun ke-4,” paparnya.
Dalam rentang waktu 13 tahun ini untuk menghasilkan sebuah karya, kata dia, dilakukan dengan meningkatkan kemampuan disamping kreativitas konsep dari film yang pertama sesuai dengan kondisi kekinian.
“Agar karya ini nantinya juga dapat menjadi tontonan favorit di berbagai platform digital hingga mancanegara,” imbuhnya.
Dijelaskan dia, kru yang terlibat dalam syuting ini merupakan mereka yang dulu berperan diproduksi film pertama Keramat.
“Begitu juga sutradara Monty Tiwa dan editor kembali kami ajak Cesa David Luckmansyah,” ungkapnya.
Dia juga membagikan cerita dan kisah mistis yang ada dibalik layar maupun di lokasi syuting yang seram yanh kadang terjadi.
“Sehingga ketika dilaksanakan, mereka harus siap untuk hadirkan horor yang nyata dan tidak dibuat-buat. Bayangkan para pemain tidak pernah tahu apa yang akan dihadapi saat menjalani adegan demi adegan. Sehingga mana teror yang disiapkan dan mana yang hadir tiba-tiba menyatu, dan terekam kamera dari lokasi-lokasi dikeramatkan,” katanya.
Paska produksi berlanjut, ada beberapa kru mengalami berbagai peristiwa mistis, seperti yang terjadi selama syuting yang membuat pemain harus berkonsultasi dengan psikolog, untuk tahap pemulihan akibat berbagai goncangan psikis.
“Proses editing pun terpaksa dilakukan pada siang hari, bukan kerena kerja sehat seperti pekerjaan kantoran tentunya, tapi karena berbagai hal “tidak biasa”. Bahkan, teror nyata saya alami sendiri, mulai dari ketukan berat di pintu saat preview teaser trailer, begitu pintu dibuka angin dingin yang datang melebihi dinginnya ruang editing yang ber-AC, dan tidak ada siapapun. Selain itu, di kesempatan lain tiba-tiba ruang editing merebak bau kemenyan pas adegan bakar kemenyan, semua ini membuat ketidaknyamanan yang lumayan panjang hingga terbawa mimpi. Namun ini juga yang membuat kami percaya Keramat 2: Caruban Larang adalah horor penting era ini, semangat inilah yang ingin kami tawarkan untuk penonton tercinta. Kami juga ingin memberi peringatan kepada penonton untuk bersiap mengalami ini dan dibuktikan,” tandasnya.
Sutradara film, Monty Tiwa yang juga didapuk untuk menggarap film terdahulu mengatakan, sebenarnya film Keramat adalah sebuah proyek eksperimental yang tidak direncanakan untuk memiliki efek jangka panjang.
“Dan seperti segala sesuatu yang berasal dari sebuah eksperimen, kami sudah siap untuk apapun hasilnya. Berhasil atau tidak, diterima atau ditolak. Mungkin karena justru berangkat dari kesederhanaan tanpa beban, Keramat malah berhasil menyentuh penonton-nya,” terangnya.
Pelan tapi pasti, bahkan, lanjut dia jumlah penontonnya bukan hanya terkumpul dari dalam gedung bioskop tapi juga dari sudut-sudut warnet, ruang-ruang kelas yang dipakai untuk nobar dan dari bisik-bisik di forum internet yang menyebarkan rekomendasi untuk menonton.
“Kini Keramat 2: Caruban Larang hadir setelah menunggu 13 tahun setelah rilis film pertamanya. Tahun 2018 lalu, kami sudah sepakat untuk hadirkan sequelnya. Bukan lagi sebuah eksperimen tapi sebuah kerinduan untuk menciptakan lagi koneksi kuat kepada semua penonton yang telah mengapresiasi judul pertama kami,” paparnya.
Menurut dia, Keramat 2: Caruban Larang bukan lagi sebuah film untuk dibuat, sebuah eksperimen untuk dicoba.
“Tapi film adalah sebuah bukti nyata cinta antara pembuat film dan penontonnya. Dan film yang ditunggu-tunggu pecinta film horor ini akan hadir kembali tayang di bioskop terdekat mulai 24 November 2022, setelah dari film pendahulunya yang rilis 3 September tahun 2009 lalu,” pungkas Monty. (HS-06)