HALO SPORT – CEO Ducati Claudio Domenicali mengingatkan tujuan utama Ducati di MotoGP adalah kemenangan.
’’Talenta dari individu tidaklah menentukan. Kita juga harus mempertimbangkan dampaknya dalam sebuah tim,’’ kata Domenicali seperti dilansir dari Crash.
’’Bagi kami yang terpenting adalah aspek olahraga, karena tujuan dari sebuah pabrikan adalah menang,’’ tambahnya.
Domenicali menjelaskan jika mampu menambahkan komponen komersial ke dalamnya, maka semuanya akan menjadi lebih baik.
Dia memastikan keputusan tentang pembalap kedua tim pabrikan Ducati musim depan akan diambil dalam jeda waktu antara Grand Prix (GP) Italia pada 2 Juni dan GP Belanda (30/6/2024).
Dua nama yang masih bersaing adalah Jorge Martin dan Marc Marquez.
Satu dari keduanya bakal menjadi tandem buat Pecco Bagnaia pada MotoGP 2025.
Persaingan antara Martin dan Marquez kembali berlanjut ke lintasan balap pada MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Toscana, 31 Mei-2 Juni 2024.
Perang mental telah dimulai, dan Martin menjadi pihak pertama yang memberi serangan dengan mengungkit faktor popularitas Marquez.
The Baby Alien memang masih memiliki magnet terbesar di MotoGP dan itu bukan hanya karena prestasi melainkan juga perseteruan dengan legenda hidup, Valentino Rossi.
’’Kita berbicara soal Marc, juara dunia delapan kali, dari aspek pemasaran dia adalah seorang monster dan saya akan memahami posisinya,’’ ungkap Martin.
Jorge bertekad untuk terus memberikan hasil maksimal baik pada lomba sprint dan balapan utama.
Namun, harus diakui sepak terjang Marquez musim ini pantas diacungi jempol.
Kendati dengan motor Ducati spek 2023, dia sanggup bersaing dengan Bagnaia dan Martin yang menggunakan Desmosedici GP24. (HS-06)