HALO SEMARANG – Perhimpunan Negara Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Serikat, bersama-sama menjadi tuan rumah Lokakarya Regional ASEAN-AS ke-3, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Kekerasan (PCVE) di Bali, 6 Juni hingga 7 Juni 2023.
Lokakarya ini, seperti dirilis asean.usmission.gov, didasarkan pada hasil Lokakarya Regional ASEAN-AS ke-2 tentang PCVE dan Pertemuan Gugus Tugas dan Mitra Multisektoral ke -2, untuk Implementasi Rencana Kerja Bali (2019-2025), yang diketuai bersama oleh Indonesia dan Amerika Serikat, pada Agustus 2022 lalu.
Pertemuan ketiga tersebut, membahas kemajuan rekomendasi tidak mengikat yang dikembangkan dan disetujui bersama.
Di bawah tema “Ketahanan Komunitas untuk Mencegah dan Melawan Radikalisasi dan Ekstremisme Kekerasan di ASEAN,” lokakarya ini mengumpulkan para pemangku kepentingan regional utama, mulai dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, untuk membahas tren, prioritas, dan praktik baik dalam penanggulangan ekstremisme saat ini.
Selain itu untuk mengeksplorasi dimensi gender dari pencegahan dan perlindungan konflik, proses perdamaian nasional, dan pencegahan konflik berbasis masyarakat.
Juga meninjau kembali peran teknologi, yang berkaitan dengan radikalisasi dan ekstremisme.
Seperti diketahui, teknologi adalah bagaikan pisau bermata dua, di mana satu sisi dapat mengurangi radikalisasi, ekstremisme, dan kekerasan. Namun di sisi lain juga dapat memperburuk atau meningkatkan.
Para peserta juga membahas upaya ASEAN, untuk memajukan perempuan, perdamaian dan keamanan, selain temuan awal dari “Penilaian Regional tentang status Peringatan Dini dan Tanggap Dini atau Early Warning and Early Response (EWER) System untuk PCVE ASEAN.
Lokakarya ini juga memamerkan rekomendasi pemimpin pemuda dan menjajaki kemitraan sektor swasta untuk mencegah dan melawan ekstremisme kekerasan.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Prof Dr H Rycko Amelza Dahniel, menegaskan kembali komitmen berkelanjutan Pemerintah Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Indonesia, dalam mendukung upaya PCVE di kawasan.
“Ini merupakan yang ketiga kalinya, di mana SOMTC Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat, menjadi co-host dalam ASEAN-US Workshop on P/CVE,” kata Rycko Amelza Dahniel, seperti dirilis bnpt.go.id.
Dia mengatakan, kedua lokakarya sebelumnya telah terlaksana dengan baik, melalui identifikasi pendekatan dan praktik baik, dalam membangun strategi dan kebijakan nasional.
Ini termasuk pengembangan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme.
Kepala BNPT RI juga menyampaikan dalam pertemuan ini, dibahas sejumlah isu penting terkait P/CVE, di antaranya pertukaran informasi perkembangan terorisme global dan regional.
Selain itu juga informasi mengenai situasi terkini dari negara anggota ASEAN, perspektif pemuda dan perempuan dalam memperkuat ketahanan masyarakat, tanggapan dini serta kemitraan dalam merespon propaganda ekstremisme kekerasan, early warning early response (EWER), dan tantangan daring lainnya.
Senada dengan Kepala BNPT RI, Mission Director USAID Regional Development for Asia, Dr Steven Olive, menyampaikan pentingnya keterlibatan banyak pihak dalam membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi kelompok ekstremisme kekerasan.
“Oleh karena itu, lokakarya tahun ini mengangkat tema ketahanan masyarakat, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengantisipasi, beradaptasi, bertahan, dan pulih dengan cepat secara bersama-sama,” katanya.
Pertemuan ini pun menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk diimplementasikan bersama oleh negara anggota ASEAN, Pemerintah Amerika Serikat, para mitra dan lembaga donor, terutama dalam meningkatkan daya tahan atau imunitas masyarakat, terutama perempuan dan generasi muda, dalam melawan P/CVE.
Untuk selanjutnya, seluruh partisipan akan mengikuti 3rd Bali Work Plan Multi-Sectoral Task Force (MTF) Meeting dan the 3rd ASEAN Partners Meeting for the Implementation of the Bali Work Plan (2019–2025) pada 8-9 Juni 2023 mendatang. (HS-08)