HALO BANJARNEGARA – Para seniman, budayawan, serta berbagai elemen dari lintas komunitas kreatif di Banjarnegara, baru-baru ini berkumpul dalam acara Art and Culture Corner (ACC) di Joglo Alun-alun Banjarnegara.
Acara yang dikemas dalam Sarasehan n Charity “Banjarnegara dalam Empati” ini, diprakarsai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, sekaligus untuk menggalang donasi untuk korban bencana tanah longsor di Pandanarum.
Selain sarasehan seni dan budaya, acara disemarakkan dengan jam session dari musisi Banjarnegara, sosialisasi aplikasi Dikdaya (Data Induk Kebudayaan), sosialisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku seni, serta Launching Art n Culture (ACC) Project.
Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto, mengatakan kegiatan ACC dirancang untuk memperkuat hubungan pemerintah dan pelaku seni.
“Tujuan kegiatan ini adalah menjembatani pemerintah dengan pelaku seni, agar semua terdata, terakomodir dan bisa seiring sejalan. Target kami ACC digelar dua kali setiap bulan di ruang-ruang publik,” kata Kuat, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengucapkan terima kasih atas atensi para para pelaku seni, Kampus Polibara, STIE Taman Siswa, Dewan Kesenian Banjarnegara, dan komunitas kreatif yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tesebut.
“Pada kesempatan ini kami juga memperkenalkan aplikasi Dikdaya dan pentingnya NIB bagi pelaku seni. Malam ini juga kami menggalang donasi untuk Situkung sebagai bentuk kepedulian insan seni Banjarnegara kepada saudara-saudara kita di Pandanarum,” imbuhnya.
Melalui panggung seni dan kolaborasi kreatif itu, pelaku seni Banjarnegara menunjukkan kekuatan solidaritas dan empati sosialnya. Para musisi, budayawan, dan pegiat komunitas seni turut tampil unjuk karya terbaiknya.
Salah satu musisi Banjarnegara, Sendhy Noviko, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, acara semacam ini harus sering digelar demi kemajuan generasi muda.
“Ini bagus sekali, kami sangat mendukung. Selain menjadi ajang unjuk kreasi, juga agar eksistensi pelaku seni di Banjarnegara dapat lebih dikenal masyarakat. Saya yakin dalam hal karya, musisi Banjarnegara masih leading di wilayah Banyumas Raya,” ujar Sendy.
Menurut vokalis dan pencipta lagu dari ‘Ujung Kuku’ ini, sarasehan dan jam session juga memberikan edukasi sekaligus hiburan gratis bagi masyarakat yang berkunjung ke Alun-alun.
Apresiasi juga datang dari musisi lainnya, Hartono Jazzy, yang turut tampil membawakan beberapa lagu pop-jazz seperti Sakura, Prahara Cinta, dan To Love Somebody.
“Saya sangat mengapresiasi. Ini menyatukan berbagai elemen lintas komunitas. Bisa menjadi kegiatan awal untuk menambah geliat seni, memperluas ruang ekspresi, sekaligus mendorong ekonomi kreatif,” pungkasnya.
Dari alam donasi itu terkumpul donasi untuk bencana longsor Pandanarum sejumlah Rp 1.073.000 serta barang berupa 3 termos. (HS-08).