HALO BISNIS – Jaringan perhotelan internasional IHG Hotels & Resorts akan menghadirkan Hotel Indigo di Yogyakarta pada 2029. Kehadiran hotel dengan 180 kamar ini menandai debut merek Hotel Indigo di Kota Gudeg sekaligus memperkuat ekspansi bisnis perhotelan kelas atas dan gaya hidup (Luxury & Lifestyle) IHG di Indonesia.
Rencana tersebut diumumkan melalui penandatanganan kerja sama antara IHG Hotels & Resorts dan pengembang properti PT Raka Eka Makmur pada 7 Oktober 2026. Hotel Indigo Yogyakarta dirancang mengangkat kekayaan budaya, warisan seni, serta karakter lokal Yogyakarta sebagai bagian dari pengalaman menginap para tamu.
Senior Director Development South East Asia & Korea IHG Hotels & Resorts, Chris Anklin, mengatakan Yogyakarta memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara karena kekayaan budaya dan perkembangan kreativitas masyarakatnya.
Karakter tersebut dinilai selaras dengan konsep Hotel Indigo yang mengadaptasi identitas dan cerita khas lingkungan tempat hotel berada.
“Kami sangat senang dapat membawa Hotel Indigo ke Yogyakarta, destinasi yang dikenal akan kekayaan warisan budaya, energi kreatif, serta daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun internasional,” kata Chris.
Menurutnya, pengembangan Hotel Indigo Yogyakarta menjadi bagian dari strategi IHG untuk memperluas portofolio di destinasi yang memiliki karakter lokal kuat dan potensi pariwisata menjanjikan.
Posisi Yogyakarta sebagai pintu gerbang menuju Candi Borobudur, yang termasuk salah satu Destinasi Super Prioritas Indonesia, turut memperkuat daya tarik investasi tersebut. Konektivitas udara melalui Yogyakarta International Airport juga dinilai mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan.
Chris mengatakan, kerja sama dengan PT Raka Eka Makmur diharapkan menghasilkan pengalaman perhotelan yang merepresentasikan keunikan Yogyakarta sekaligus mendukung perkembangan kota sebagai destinasi wisata.
Hotel Indigo Yogyakarta direncanakan memiliki 180 kamar dengan desain yang terinspirasi dari identitas budaya dan warisan kreatif setempat. Fasilitas yang disiapkan mencakup restoran yang beroperasi sepanjang hari, bar dan teras di atap gedung (rooftop), kolam renang, pusat kebugaran, serta spa.
Hotel tersebut juga akan dilengkapi ruang pertemuan dan acara seluas sekitar 740 meter persegi, termasuk ballroom dan sejumlah ruang pertemuan. Fasilitas ini berpotensi menyasar kebutuhan wisatawan rekreasi maupun kegiatan bisnis dan pertemuan.
Presiden Direktur PT Raka Eka Makmur, Ronny Pallar, mengatakan Yogyakarta memiliki perpaduan warisan budaya, tradisi seni, dan komunitas kreatif yang menjadikannya sesuai dengan konsep Hotel Indigo.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan IHG untuk menghadirkan Hotel Indigo di Yogyakarta. Sebagai jantung budaya Pulau Jawa, Yogyakarta dikenal akan kekayaan warisan budaya, tradisi seni, dan komunitas kreatifnya yang dinamis,” ujar Ronny.
Ia berharap hotel tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal Yogyakarta melalui seni, kuliner, dan budaya lokal. Selain itu, lokasinya diharapkan mendukung perjalanan wisatawan yang ingin mengunjungi situs Warisan Dunia UNESCO, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
“Bersama IHG, kami berharap dapat menciptakan hotel yang merefleksikan semangat Yogyakarta dan memberikan kesempatan kepada para tamu untuk mengenal masyarakat, budaya, serta cerita yang membuat destinasi ini begitu unik,” katanya.
Hotel Indigo Yogyakarta akan menambah portofolio merek tersebut di Indonesia. Setelah Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, IHG juga tengah mengembangkan properti Hotel Indigo di sejumlah destinasi, termasuk Bandung dan Bintan.
Secara keseluruhan, IHG menyatakan saat ini mengoperasikan 35 hotel dari sembilan merek di Indonesia, dengan 13 properti lainnya masih dalam tahap pengembangan. Ekspansi ini menunjukkan upaya perusahaan memperluas jangkauan bisnis perhotelan di berbagai destinasi utama Indonesia.(HS)

