in

Identitas Penemuan Jasad di Kali Kreo Teridentifikasi, Polisi: Punya Penyakit Epilepsi 

Proses evakuasi pria tanpa identitas dan tanpa busana ditemukan tak bernyawa di aliran Kali Kreo, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Selasa (8/3/2022). 

HALO SEMARANG – Identitas seorang pria yang ditemukan tak bernyawa dalam keadaan telanjang mengambang di Kali Kreo, Kota Semarang teridentifikasi. Informasi yang diperoleh, korban bernama Tugimin berusia 46 tahun. Ia tercatat sebagai warga Kalialang Baru, Kecamatan Gunungpati.

“Korban bekerja sebagai pemulung, punya penyakit epilepsi,” jelas Kapolsek Gunungpati Kompol Warijan saat dikonfirmasi, Selasa (8/3/2022) malam.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban mandi di sungai Kalialang pada Selasa (8/3/2022) pagi. Ketika mandi itu, diduga penyakit epilepsi korban kambuh lalu terjatuh hingga hanyut di sungai.

Selain itu, tubuh korban diindikasikan membentur batu di sungai lantaran ada luka terbuka hingga benjol besar dan berdarah. Korban hanyut sampai ke Kali Kreo, Sukorejo, jarak ketika korban mandi dengan lokasi temuan tidak terlalu jauh, yakni sekira 100 meter sampai 300 meter.

“Korban mandi sendirian, diduga saat mandi itulah epilepsi korban kambuh dan tak ada yang menolong,” jelasnya.

Pihak keluarga yang mendengar informasi kematian korban langsung mendatangi Polsek Gunungpati. Saat ini korban telah dibawa pihak keluarga dari rumah sakit untuk dimakamkan.

“Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas mengambang di aliran Kali Kreo, Sukorejo, Gunungpati, Selasa (8/3/2022) sekira pukul 13.30 WIB.

Pria itu ditemukan tertelungkup dengan kondisi telanjang bulat dan ada luka terbuka di jidat korban hingga alami pendarahan.

Penemuan jasad itu berawal dari tiga bocah cilik (bocil) yang hendak memancing di kali Kreo. Tiga bocil itu kaget lantaran melihat tubuh korban yang telungkup di sungai yang berarus.

Penemuan itu sebenarnya terjadi di wilayah Gunungpati, akan tetapi lokasi berdekatan dengan RT 14 RW 4 perumahan Grand Hill Kalipancur, Ngaliyan.

Anggota Polsek Ngaliyan segera datang ke lokasi lalu mengevakuasi korban. Kapolsek Ngaliyan Kompol Umbar Wijaya menyebut, penemuan mayat di sungai tersebut memang berbatasan dengan wilayah Gunungpati.

“Kami hanya ke penanganan saja karena dapat laporan dari warga,” terangnya

Ia mengaku, hasil pemeriksaan awal diketahui korban berusia 40 sampai 50 tahun. Jenis kelamin pria dengan kondisi telanjang. Jasad korban selesai dievakuas oleh para relawan Kota Semarang pukul 15.52 WIB dan dibawa ke ruang jenazah untuk dilakukan pemeriksaan di RSUP Kariadi Semarang oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang. (HS-06)

Tak Kuat Menanjak di Tanjakan Silayur, Truk Kontainer Terguling hingga Menutupi Jalan 

Bersilaturahmi ke Pondok Assalaam, Bupati Sukoharjo Berharap Santri Jadi Generasi Nasionalis Religius