HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Indonesia Adisoemarmo Wiryokusumo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta, Selasa (6/8/2024).
Ziarah dipimpin Bupati Blora Arief Rohman, rangka memberikan penghormatan dan mendoakan para pahlawan nasional, khususnya Adisoemarmo, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Republik Indonesia (RI).
“Pahlawan Nasional Indonesia Adisoemarmo Wiryokusumo, kelahiran Blora. Jadi kegiatan hari ini dalam rangka memperingati HUT ke-79 RI, untuk ziarah, mendoakan dan memberikan penghormatan atas jasa serta pengorbanan beliau,” kata Bupat Blora Arief Rohman.
Ziarah dan tabur bunga juga dilaksanakan di pusara makam Panglima Besar Jenderal Sudirman dan istri, makam Jenderal TNI (Anumerta) Raden Oerip Soemohardjo, dan makam Menteri Pembangunan Supeno.
Tidak hanya itu, ziarah dilaksanakan pula di pusara makam Bupati Blora ke-22, Kolonel Infanteri Purnawirawan Soepadhi Joedodarmo.
Almarhum Soepadi Joedodarmo menjabat sebagai Bupati Blora tahun 1973 hingga 1979. Lahir 11 Desember 1923 dan Wafat tanggal 13 Juni 1998.
Setelah itu dilanjutkan menuju ke Monumen TNI AU Ngoto, di Jalan Parangtritis, Ngoto, Bantul,
Monumen Perjuangan TNI AU dibangun pada tahun 1948 dengan tujuan untuk mengenang peristiwa jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA, yang membawa bantuan obat-obatan dari Singapura untuk Palang Merah Indonesia.
Pesawat itu ditembak jatuh oleh dua pesawat pemburu milik Belanda.
Pada saat itu, pesawat yang berisi anggota TNI ini akan mendarat di PU Maguwo namun jatuh di area Ngoto hingga menewaskan seluruh awak pesawat.
Lokasi jatuhnya pesawat tersebut kemudian dibangun monumen agar para prajurit TNI yang lain meneladani kisah para pejuang yang gugur serta pengorbanan mereka.
Berada di Desa Ngoto maka kemudian monumen ini lebih dikenal dengan nama Monumen Ngoto.
Hari ketika pesawat itu ditembak adalah tanggal 29 Juli 1948 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Bhakti TNI AU.
Oleh sebab itu setiap tanggal itulah tiap tahunnya diperingati dengan pelaksaan upacara dan ziarah di monumen ini.
Sementara itu dari berbagai sumber menjelaskan Adisoearmo Wiryokusumo adalah salah satu pahlawan nasional yang namanya diabadikan menjadi nama bandara, yaitu Bandara Internasional Adi Soemarmo, Jawa Tengah.
Adisoemarmo lahir pada tanggal 31 Maret 1921 di Blora, Jawa Tengah. Bersama dengan Adisoetjipto, Abdoelrahman Saleh, Husein Sastranegara, dan Iswahjoedi, beliau adalah para pahlawan yang menjadi perintis TNI AU.
Adisoemarmo juga dikenal sebagai perintis sekolah Radio Telegrafis Udara yang pertama kali di lingkungan Angkatan Udara dan merupakan cikal bakal Sekolah Radio Udara di kemudian hari.
Peran radio AURI sangat besar karena mampu memberitakan kepada dunia tentang perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.
Sebelum bergabung dengan Angkatan Udara, Adisoemarmo tengah bekerja di Australia sebagai flight radio operator dari Netherland Eart Ladius Air Force (NELAP).
Namun ia kemudian memutuskan kembali ke Indonesia yang pada waktu itu dalam kondisi perang.
Sesuai dengan keahlian yang dimiliki, Adisoemarmo masuk ke dalam Angkatan Udara dengan pangkat Opsir Muda Udara I.
Opsir Muda Udara I Adisoemarmo Wiryokusumo adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Bersama Adisoetjipto, Abdoelrahman Saleh, Husein Sastranegara dan Iswahjoedi, Adi Sumarmo dikenal sebagai perintis TNI AU Indonesia.
Pada tahun 1947, Adisoemarmo bersama dengan Adisutjipto, Abdoelrahman Saleh, dan Abdul Gani Handonocokro, mendapatkan tugas menerbangkan pesawat Dakota VT-CLA dalam misi terbang ke India dalam upaya mengambil bantuan obat-obatan yang diberikan oleh Palang Merah Malaya dan India untuk Palang Merah Indonesia.
Adisoemarmo mendapat tugas sebagai radio operator pesawat Dakota VT-CLA.
Pada tanggal 29 Juli 1947, pesawat pulang ke Indonesia menuju Lapangan Terbang Maguwo, Yogyakarta.
Sebelum mendarat, pesawat VT-CLA yang dinaiki Adi Sumarmo dan 8 orang lainnya itu ditembaki oleh dua pesawat P-40 Kittyhawk milik Belanda.
Pilot sebenarnya sudah berusaha mengarahkan pesawat ke landasan Lapangan Udara Maguwo, tapi gagal.
Peristiwa nahas ini menewaskan awak pesawat tersebut, yaitu pilot berkebangsaan Australia mantan perwira RAF, Noel Constantine dan seorang kopilot berkebangsaan Inggris mantan perwira RAF, Roy Hazelhurst.
Bersama mereka turut pula tewas Komodor Udara Adisucipto, Komodor Udara Prof Dr Abdulrahman Saleh, operator radio Adisumarmo Wiryokusumo, Zainal Arifin dan seorang teknisi India, Bidha Ram.
Akibat luka yang parah, istri Constantine juga meninggal tak lama setelah kecelakaan. Satu-satunya yang selamat adalah Abdul Gani Handonotjokro
Pesawat jatuh di Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Awak pesawat dan hampir semua penumpang gugur dalam peristiwa tersebut. Satu-satunya penumpang yang selamat adalah Abdul Gani Handonotjokro.
Disebutkan dalam Awal Kedirgantaraan di Indonesia (Perjuangan AURI 1945-1950) Adisoemarmo diketahui sudah meninggal sebelum pesawat menghantam tanah.
Dari hasil pemeriksaan jenazahnya mendapati sejumlah lubang bekas peluru senapan mesin di punggung dan perut.
Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka setiap tanggal 29 Juli diperingati sebagai Hari Bhakti Angkatan Udara.
Opsir Muda Udara I Adi Soemarmo dimakamkan di Pemakaman Semaki, yang kemudian berubah menjadi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Yogyakarta, pada 9 November 1974.
Pemerintah Indonesia menetapkan Adi Soemarmo sebagai Pahlawan Nasional berdasar Keputusan Presiden No. 071/TK/1074.
Namanya kemudian diabadikan untuk menggantikan nama Lapangan Terbang Panasan, Surakarta, menjadi Bandara Internasional Adi Soemarmo. (HS-08)