HALO BATANG – Hujan deras selama tiga jam di Kabupaten Batang, memicu banjir di sejumlah lokasi, antara lain Jalan Brigjen Katamso, Jalan Ahmad Yani, Jalan RE Martadinarta, dan Jalan Tentara Pelajar Kabupaten Batang.
Kasi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Nur Setia Nugroho, Sabtu (31/12/2022), mengatakan genangan air mulai tampak pagi kemarin. Adapun genangan tertinggi di pesisir utara dan kota.
“Dari informasi yang masuk wilayah utara campur dengan air rob jadi menambah debit air,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.
Setelah terjadi banjir, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Batang segera turun ke beberapa lokasi untuk melakukan pemantauan.
Adapun prioritas penanganan tanggap darurat, dilaksanakan pada wilayah yang kedalaman airnya lebih dari 1 meter.
Sementara itu, Seorang warga RT 3 RW 3 Proyonanggan Tengah Zaenal Acheroh menyampaikan, sejak Jumat malam, hujan deras memang sudah mengguyur Batang dan sekitarnya, namun air mulai naik setelah subuh.
“Air baru masuk ke rumah sekitar pukul 07.00 WIB, ketinggian air di dalam rumah rata-rata 40 sentimeter, tetapi jika ketinggian air di jalan sampai 1 meter lebih,” jelasnya.
Banjir terjadi karena sejumlah sungai dan saluran drainase meluap. Seperti yang terjadi di Jalan Brigjen Katamso, banjir karena adanya sumbatan di gorong-gorong.
“Jika hujan seperti ini terus, maka akan menghawatirkan kita semua apalagi banyak barang-barang elektronik,” kata dia.
Banjir tak hanya terjadi di Jalan Brigjen Katamso, melainkan juga di Jalan Jendral Sudirman yang merupakan akses utama masyarakat beraktivitas dan Jalan Gajah Mada.
Saiful, satu warga setempat mengatakan, banjir menggenangi akses menuju Jalan Gajah Mada sejak pukul 5 pagi.
Ia diterjunkan bersama sejumlah rekannya, untuk menghalau kendaraan warga yang memaksa masuk.
“Ya tadi banyak yang maksa masuk. Tapi tak suruh putar balik,” katanya, saat berjaga di jalur pantura, Kabupaten Batang, Sabtu (31/12/2022).
Meski banjir menggenangi akses jalur pantura maupun protokol, namun sejumlah warga tetap menerjang hingga kendaraan sempat mogok.
“Terpaksa menerjang banjir karena harus berangkat kerja,” kata Alif karyawan salah satu pabrik.
Putar Arah
Banjir yang menggenangi jalur pantura, memaksa warga memutar arah melewati sejumlah jalur alternatif untuk menuju tempatnya beraktivitas.
Sejumlah ruas jalan yang tergenang banjir, antara lain Jalan Kyai Sambong, Jalan A. Yani, Jalan RE Marthadinata, dan Jalan Jendral Sudirman yang menjadi akses utama pengendara.
Sejumlah jalur alternatif yang dimanfaatkan warga antara lain Jalan Wahid Hasyim, Jalan Ahmad Dahlan hingga jembatan Kramat dikarenakan bebas dari genangan banjir.
Salah satu warga, Kusbi mengatakan, banyak pengendara yang memanfaatkan jalan jembatan Kramat karena cukup lebar dan bisa dilalui beberapa kendaraan.
“Karena banjir menggenang di mana-mana, warga memilih lewat sini. Tadi juga sempat macet karena saking banyaknya kendaraan, ada 50 lebih yang lewat,” ungkapnya, saat ditemui, di jembatan Kramat, Kabupaten Batang, Sabtu (31/12/2022).
Salah satu pengguna jalan, Rafli mengutarakan, banjir yang menggenang sejak pagi membuat aktivitas terkendala.
“Pengiriman barang jadi tertunda dan harus memutar arah memilih jalur yang bebas banjir,” ujar dia. (HS-08)