in

Hujan Beberapa Hari, 4,5 Hektare Sawah di Rowosari Kendal Terdampak Banjir

Persawan di Rowosari, Kabupaten Kendal yang terdampak banjir, Kamis (15/1/2026).

HALO KENDAL – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menyebabkan banjir di permukiman warga, tetapi juga berdampak terhadap sektor pertanian. Seperti yang terjadi di Kecamatan Rowosari.

Hingga Kamis, 15 Januari 2026, tercatat sedikitnya 4,5 hektare lahan persawahan di Kecamatan Rowosari tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi.

Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi para petani, mengingat mayoritas tanaman padi yang tergenang saat ini rata-rata baru memasuki usia 15 hingga 25 hari serelah tanam.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Rowosari, Sofyan mengatakan, adanya kendala drainase yang mengakibatkan air tertahan di lahan milik waega.

“Penyebab utamanya adalah irigasi yang kurang lancar. Memang saluran air pernah dikeruk sebelumnya, namun ada kendala teknis di bagian pojok lahan yang seharusnya memiliki saluran pembuangan yang lebih memadai,” ujarnya kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah yang menjadi titik langganan genangan rutin berada di dua desa, yaitu Desa Randusari dan Desa Pojoksari. Meski beberapa desa lain di Kecamatan Rowosari juga sempat muncul titik genangan, namun kondisinya cenderung cepat surut.

Menyikapi kondisi yang terus berulang setiap musim penghujan ini, pihak PPL telah melakukan langkah cepat dengan melaporkan data luasan lahan terdampak kepada pihak-pihak terkait.

“Hari ini sudah kami sampaikan laporannya secara resmi kepada petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan atau POPT, dan juga ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal,” ungkap Sofyan.

Pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan tinjauan lapangan untuk memberikan solusi konkret, terutama perbaikan atau pembuatan saluran pembuangan di titik-titik krusial agar aliran air tidak lagi mandek di persawahan warga

Para petani masih berupaya melakukan penyedotan air secara mandiri di beberapa titik untuk meminimalisir kerusakan tanaman. Jika genangan tidak segera surut, dikhawatirkan bibit padi muda akan membusuk dan menyebabkan gagal tanam. (HS-06)

Angka Harapan Hidup Warga Batang Naik, TBC dan Malaria Jadi Sorotan Bupati

Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri