HALO SEMARANG – Meski di tengah ketidakpastian global, ekonomi Jawa Tengah terus dapat menunjukkan resiliensinya yang terlihat dari capaian pertumbuhan yang meningkat pada triwulan I 2024. Yakni tumbuh sebesar 4,97 Persen (y-on-y). Hal itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, Muhdi, saat penyampaian kinerja ekonomi Jawa Tengah sampai dengan 30 April 2024, baru-baru ini.
Hadir juga Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah Tri Wahyuningsih Retno Mulyani sekaligus Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY, Kepala Kanwil DJP Jateng I Max Darmawan, Kepala Kanwil DJP Jateng II Slamet Sutantyo, Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY Akhmad Rofiq.
Muhdi menuturkan, kualitas pertumbuhan yang meningkat signifikan juga tercermin dari penciptaan lapangan kerja yang cukup tinggi sehingga mampu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Tengah. APBN dan APBD akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong akselerasi pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja.
“Pada triwulan I 2024, ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 4,97 persen (y-on-y) terutama ditopang oleh permintaan domestik yang kuat dan dukungan APBN/D. Peningkatan belanja pegawai atas pembayaran THR maupun kenaikan gaji turut memberikan kontribusi pada komponen administrasi pemerintahan yang tumbuh 12,56 persen (q-to-q). Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memberi kontribusi tertinggi atas pertumbuhan ekonomi sebesar 60,62 persen. Secara tak langsung, belanja APBN terkait penyelenggaraan pemilu juga mendorong konsumsi rumah tangga,” paparnya.
Adapun capaian pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah turut berdampak positif terhadap penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka yang pada Februari 2024 mencatatkan nilai sebesar 4,39 persen, menurun sebesar 0,85 persen poin dibanding Februari 2023. Tingkat inflasi pun terkendali pada April 2024 sebesar 0,20 persen (m-to-m) turun dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas ekonomi Jawa Tengah tetap terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2024 menunjukkan optimisme (>100) sebesar 138,3 (m-to-m), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan optimisme dan keyakinan konsumen atas kondisi perekonomian di Jawa Tengah yang lebih baik.
Sedangkan APBN mencatatkan kinerja yang baik pada Triwulan I 2024. Penerimaan APBN Jawa Tengah sampai dengan 30 April 2024 berhasil mencapai Rp 39,64 triliun (33,10 persen dari target), serta realisasi belanja APBN mencapai Rp 34,71 triliun (30,88 persen dari pagu).
Selanjutnya, kinerja penerimaan masih tumbuh positif didukung kinerja kegiatan ekonomi yang baik. Penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan pajak dan kepabeanan dan cukai, tercatat penerimaan Pajak sebesar Rp17,97 triliun (33,37 persen dari target) dan kepabeanan dan Cukai sebesar Rp 19,29 triliun (31,75 persen dari target). Realisasi PNBP mencapai sebesar Rp2,38 triliun (46,34 persen dari target), secara nominal tumbuh 5,81 persen (y-on-y).
APBN 2024 di Jawa Tengah dapat terjaga kuat dan sehat turut dipengaruhi dari realisasi belanja negara yang semakin berkualitas dengan memastikan bahwa setiap rupiah dari APBN ini bermakna bagi masyarakat. Realisasi Belanja K/L telah mencapai Rp12,40 triliun (28,52 perzen dari pagu), secara nominal nilai ini tumbuh 22,25 persem (y-on-y).
“Hampir seluruh jenis belanja secara nominal tumbuh, hanya belanja Modal yang masih terkontraksi sebesar -27,37 persen. Hal ini disebabkan di antaranya masih adanya permasalahan pembebasan lahan pada Satker Pembangunan Tol Semarang-Demak Kementerian PUPR dan permasalahan proyek Pembangunan Jalur ganda Solo-Semarang Tahap I pada Satker Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang,” pungkas Muhdi. (HS-06)