in

Heri Pudyatmoko: Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Akhir Tahun

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Jelang akhir tahun, harga sejumlah bahan pangan kerap mengalami kenaikan. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya permintaan yang besar dari masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Maka untuk itu, Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko berharap pemerintah terus berupaya mendorong langkah stabilisasi harga bahan pangan, untuk mengantisipasi tren kenaikan harga menjelang akhir tahun.

“Pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga,” kata Heri Londo, sapaan akrab Heri Pudyatmoko, Selasa (14/11/2023).

Dikatakan, langkah antisipasi tersebut di antaranya dengan memastikan stok bahan pangan agar tetap terkendali, sehingga tidak terjadi kekosongan.

“Perlu ada langkah strategis menyiapkan ketahanan pangan untuk daerah. Pemerintah melalui jajaran terkait juga perlu melakukan pemantauan ketat terhadap kelompok ataupun perorangan yang terindikasi melakukan penimbunan bahan pangan, sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan di pasar dan menimbulkan lonjakan harga,” tegasnya.

“Sangat perlu diwaspadai, jangan sampai ada kelompok tertentu, atau orang-orang yang memanfaatkan situasi, atau kelompok spekulan-spekulan yang menaikkan harga, ini harus terus diawasi oleh pemerintah,” tegasnya.

“Jangan sampai masyarakat dibebani, supaya harga tetap stabil dan inflasi juga terkendali, dan masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhannya,” tambahnya.

Masyarakat, katanya, juga dapat ikut membantu dalam menjaga ketahanan pangan, serta menjaga keamanan stok bahan pangan. “Misalnya memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk bercocok tanam tanaman produktif. Seperti cabai, sayur, atau lainnya. Yang memiliki pekarangan juga dapat memelihara unggas atau ternak untuk dimanfaatkan hasilnya,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan meningkatkan program operasi pasar dan gerakan pasar murah di wilayahnya. Hal itu guna menekan inflasi yang pada Oktober 2023 angkanya mencapai 2,81%.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana telah menginstruksikan kepada satgas pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kedua program tersebut. Khususnya di daerah-daerah yang inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) masih tinggi.

“Kami akan terus melakukan langkah-langkah guna menurunkan kembali inflasi ini. Walaupun posisi kita masih aman dan berada di tengah-tengah dibandingkan provinsi lain,” kata Nana usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara daring di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (13/11/2023).

Lima Komoditas

Upaya tersebut di antaranya dengan meningkatkan operasi pasar dan gerakan pasar murah. Terkait hal ini Pemprov Jateng terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Bulog dan Kementerian terkait.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Bulog, kemudian kementerian lain dan Satgas Pangan. Kegiatan-kegiatan operasi pasar dalam bentuk gerakan pasar murah terus kami tingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Nana juga menginstruksikan kepada Satgas Pangan daerah dan kepolisian untuk lebih intens memantau harga pasar. Khususnya harga kebutuhan pokok atau volatile food yang berpotensi menyumbang inflasi.

Dengan dilakukan pantauan itu, pemerintah juga bisa langsung mengindentifikasi penyebab kanaikkan harga tersebut, bisa jadi karena distribusinya atau memang sudah kekurangan pangan.

“Kita juga akan cari solusi untuk menstabilkan kembali harga-harga pangan yang ada di masyarakat ini,” kata Nana.

Dengan begitu, pemerintah bisa langsung segera dilakukan tindakan cepat apabila terjadi gejolak harga.

Diketahui, setidaknya ada lima komoditas yang mengalami gejolak harga. Di antaranya beras medium, beras premium, cabai rawit, cabai merah, dan gula. Lima komoditas itu menjadi fokus dalam operasi pasar yang akan dilakukan mulai tengah pekan ini.

Di samping itu, juga akan dilakukan pantauan dan evaluasi beberapa daerah dengan IPH tinggi. Saat ini ada empat daerah dengan IPH tinggi yang menjadi perhatian khusus Pj Gubernur Jawa Tengah. Yaitu Cilacap, Kebumen, Blora, dan Kota Tegal.

“Empat ini yang akan kami lakukan evaluasi dan kami juga akan lakukan langkah-langkah intervensi supaya harga-harga itu segera normal atau stabil kembali,” kata Nana.(Advetorial-HS)

PS GTB Tetap Berkomitmen Cetak Pemain Berkarakter

Jadi Penyeimbang setelah Hampir Terbuang