in

Hari Kedua Pelatihan Parenting, DP2KBP2PA Petakan Aksi Kampanye Pencegahan Pernikahan Dini di Kendal

Suasana Pelatihan Parenting bagi Tim "Gitar Melodi" untuk Pencegahan Pernikahan Dini yang diselenggarakan DP2KBP2PA Kendal, Rabu-Kamis (11-12/9/2024) .

HALO KENDAL – Hari kedua Pelatihan Parenting Tim Sinergitas Pentahelix untuk Rujukan, Kampanye, Konseling, dan Edukasi (Gitar Melodi) Pencegahan Pernikahan Dini di Kabupaten Kendal, dilaksanakan simulasi kampanye pencegahan pernikèèahan dini oleh peserta dalam beberapa kelompok, Kamis (12/9/2024).

Masing-masing kelompok menyampaikan hasil musyawarah kelompok dengan berbagai programnya. Mulai dari inventarisir permasalahan, menerima masukan-masukan, merumuskan agenda kegiatan kampanye, kemudian mengimplementasikannya dalam aksi.

Dua narasumber yang dihadirkan seperti hari pertama yaitu, Dr Arri Handayani, SPsi MSi, selaku Dosen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang, serta Ketua Satgas PPKS Universitas PGRI Semarang.

Pemateri kedua, yaitu Dr Padmi Dhyah Yulianti SPsi MPsi Psikolog, selaku konsultan psikologis di beberapa instansi pemerintah dan associate psikolog di beberapa biro psikologi. Saat ini dirinya bekerja sebagai dosen pada Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang.

Sementara pemateri ketiga, yaitu Dr Dini Rakhmawati MPd, selaku Bendahara IBKPT PB ABKIN 2022-2026, Wakil Ketua Asosiasi Program Studi BK PT PGRI dan Pengurus Koalisi Kependudukan Indonesia Kota Semarang.

Setelah selesai Pelatihan Parenting, kemudian dilanjutkan pembagian program kerja kelompok dari Tim Gitar Melodi, untuk memberikan sosialisasi ke desa atau daerah yang terdapat kasus pernikahan dini tertinggi di Kendal.

Tim Gitar Melodi terdiri dari OPD terkait, unsur vertikal, organisasi masyarakat, lembaga-lembaga, forum-forum dan unsur lainnya, akan fokus mengkampanyekan terkait mindful parenting.

Mindful parenting sendiri merupakan pengasuhan yang dilakukan penuh kesadaran, yang hadir dan bertindak dengan bijaksana terhadap anak serta fokus kepada kebutuhan anak.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal, Albertus Hendri Setyawan, saat membuka Pelatihan aParenting, mengatakan dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini di Kabupaten Kendal, maka dibutuhkan upaya pencegahan pernikahan dini dengan melibatkan Tim Gitar Melodi Pencegahan Pernikahan Dini.

“Pernikahan dini dari tahun ke tahun kasus pernikahan dini di Kabupaten Kendal, yaitu tahun 2019 ada 102, dan tahun 2020 ada 160. Nah di tahun 2021 saat pandemi melonjak ada 579, kemudian di 2022 ada 256 dan di 2023 ada 169,” beber Hendri.

Untuk itu, melalui kegiatan pelatihan yang diikuti dari unsur pemerintah, unsur vertikal, paguyuban kades, forum sekretaris desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan berbagai organisasi, akademisi, dan unsur lainnya, bisa mengkampanyekan pencegahan pernikahan dini di Kendal.

“Nantinya bapak dan ibu sekalian, peserta dari berbagai unsur yang mengikuti pelatihan parenting ini akan kita ajukan kepada Bapak Bupati, yang kemudian diterbitkan dalam Surat Keputusan, untuk nantinya akan disahkan dan dilantik oleh Bapak Bupati,” imbuh Hendri. (HS-06)

Sambut Kajari Baru, Ini Harapan Pemkab Kendal

Tingkatkan Kunjungan Wisata Religi, Disporapar Kendal Gelar Audisi Duta Santri Wisata Religi