HALO TEMANGGUNG – Harga cabai merah jenis sret atau di daerah lain disebut cabai setan, di tingkat petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai merangkak naik dari harga sebelumnya Rp 30.000 per kilogram, menjadi Rp 56.000 per kilogram.
Seorang petani asal Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak, Sugeng Riyadi (52) mengatakan kenaikan harga cabai hingga Rp 56.000 per kilogram itu terjadi sejak satu pekan terakhir.
“Harga cabai merah jenis sret sekarang sekitar Rp 52.000 sampai Rp 56.000, kalau yang ori itu atau kualitas bagus mencapai Rp 56.000 per kilogram. Kalau yang kualitas sedang itu sekitar Rp52.000. Sebelumnya, pada awal bulan Februari kemarin itu harganya Rp30.000 per kilogram, dan sekarang naik lagi,” kata dia, belum lama ini, seperti dirilis temanggungkab.go.id.
Menurut dia, kenaikan harga ini karena produksi berkurang, akibat pengaruh cuaca buruk.
Cuaca yang sering hujan, mengakibatkan hampir 20 persen tanaman cabai terserang hama penyakit, seperti penyakit bule, busuk batang, dan juga patek.
“Untuk hama penyakit itu bule, busuk batang dan patek. Yang susah diatasi itu patek, karena sudah dilakukan pengobatan pestisida dengan cara disemprot dua hari sekali, namun hasilnya belum maksimal, karena cuaca buruk ini, hujan terus setiap harinya,” kata dia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto mengatakan untuk ketersediaan cabai jenis sret di tingkat petani masih tercukupi hingga Lebaran mendatang.
Karena saat ini, sebagian petani di Temanggung mulai memanen komoditas tersebut.
“Kalau di daerah Temanggung ketersediaan cabai sret masih tersedia dan cukup, karena kemudian tadi produktifitasnya agak turun, karena curah hujan yang sangat luar biasa ini. Tetapi secara harga, teman-teman petani masih menikmati harga, karena sangat tinggi, jadi turunnya produktifitas itu tertutupi dengan harga jual,” tegasnya.
Di Kabupaten Temanggung, luas tanam cabai mencapai tiga ribu hektare yang tersebar di 20 kecamatan. (HS-08)