in

Harga Cabai Merangkak Naik Jelang Puasa, Pemkot Semarang Siapkan Operasi Pasar dan GPM

Petugas gabungan dari Ketahanan Pangan Kota Semarang bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Disdag Kota Semarang serta Satgas Saber Pelanggaran Pangan Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait harga bahan pangan di Pasar Karangayu Semarang, pekan lalu.

HALO BISNIS – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan kembali terjadi di pasar-pasar tradisional Kota Semarang, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Tahun Baru Imlek dan memasuki bulan Ramadan. Lonjakan harga ini kerap memicu keresahan di masyarakat, sehingga stabilisasi harga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Untuk menjaga kestabilan tersebut, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan intensif perkembangan harga, baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyebutkan bahwa sejumlah komoditas pangan strategis mulai mengalami kenaikan, terutama cabai, daging ayam, dan bawang merah.

“Sejak awal Februari hingga Maret, kami terus memantau fluktuasi harga. Memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama cabai,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurut Endang, harga cabai rawit merah di pasar tradisional seperti Pasar Karangayu tergolong tinggi. Saat ini, harga cabai rawit merah mencapai sekitar Rp80 ribu per kilogram atau naik sekitar 30 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kenaikan cabai ini harus diwaspadai. Sebelumnya, saat kami sidak bersama instansi terkait, harganya masih di kisaran Rp 70 ribu per kilogram,” katanya.

Jika harga masih bertahan tinggi, Pemkot Semarang berencana menggelar operasi pasar pada Jumat (20/2/2026). Operasi tersebut akan melibatkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Tengah, bersama jajaran kepolisian, Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, serta Dinas Perdagangan.

“Operasi pasar ini sesuai arahan pemerintah pusat agar harga tidak naik berlebihan, khususnya menjelang puasa,” jelas Endang.

Selain menekan harga, operasi pasar juga bertujuan memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman. Pemerintah akan menelusuri penyebab kenaikan harga, apakah berasal dari pedagang, distributor, atau hambatan distribusi.

“Pengawasan akan dilakukan secara masif bersama Polres dan Polda. Jika setelah monitoring harga tetap tinggi, akan dilakukan pembinaan hingga penindakan tegas,” tegasnya.

Sebagai langkah tambahan, Pemkot Semarang juga menggencarkan Gerakan Pasar Murah (GPM) sepanjang Februari hingga Maret. Program ini akan digelar di 190 titik yang tersebar di 177 kelurahan.

“Pada 11 Maret nanti, GPM akan dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan. Jika harga cabai terus naik, kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah dan Bank Indonesia untuk mendatangkan pasokan dari Temanggung ke Pasar Karangayu dan Pasar Johar dengan harga di bawah HET,” imbuhnya.

Endang mencontohkan, intervensi GPM yang digelar pada Rabu (18/2/2026) di Banyumanik dan Terminal Penggaron terbukti efektif menekan harga cabai.

“Sebelumnya harga cabai sempat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Setelah GPM, dalam hitungan jam turun menjadi Rp 65 ribu dan kembali stabil,” ungkapnya.

Selain harga, pengawasan juga diperluas ke aspek keamanan pangan. Pemkot Semarang akan meningkatkan pengawasan makanan takjil untuk mencegah cemaran zat berbahaya, yang dijadwalkan pada 26 Februari, 3 Maret, dan 10 Maret, melibatkan OPD terkait, BPOM, serta kepolisian.

Sementara itu, ketersediaan bahan pangan di Kota Semarang dipastikan masih aman. Berdasarkan hasil pantauan, stok cabai merah keriting tersedia untuk 1 bulan 25 hari, cabai rawit merah 2 bulan 8 hari, dan daging ayam 1 bulan 8 hari.

“Telur ayam masih tersedia untuk 1 bulan 2 hari. Bawang merah memang merangkak naik ke Rp 40 ribu per kilogram, tetapi stoknya aman hingga 5 bulan 9 hari. Daging sapi juga stabil di kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram,” pungkas Endang.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Semarang berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa dibayangi gejolak harga pangan.(HS)

Matangkan Rencana Kerja 2027, Diskominfo Klaten Gelar Forum Perangkat Daerah

BEM dan OKP di Kendal Diajak Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Daerah