HALO SEMARANG – Bahan kebutuhan pangan stategis seperti cabai terpantau di pasar tradisional Kota Semarang terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan. Misalnya di Pasar Langgar Semarang, harga jenis cabai rawit merah naik menjadi Rp 80 ribu/kg dari sebelumnya Rp 60 sampai 75 ribu/kg. Ada kenaikan sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu/kg.
Kemudian harga jenis cabai merah keriting juga mengalami kenaikan menjadi Rp 70 ribu/kg dari sebelumnya Rp 64 ribu/kg.
Salah seorang pedagang Pasar Langgar, Siti Sukanah (56) mengatakan, kenaikan harga cabai jenis rawit merah atau lombok rawit setan dan jenis keriting merah terjadi sejak Rabu (8/6).
“Dari sebelumnya harga cabai rawit merah berkisar Rp 70 ribu/kg atau Rp 75 ribu/kg, hari ini naik menjadi Rp 80 ribu/kg,” katanya, Rabu (8/6/2022).
“Selanjutnya jenis cabai merah keriting juga naik menjadi Rp 70 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp 60 ribu/kg atau Rp 64 ribu/kg,” tambahnya.
Dikatakan Siti, kenaikan harga cabai mulai terasa terus melonjak sejak satu pekan terakhir.
“Jenis rawit putih juga ada kenaikan harga sekarang jadi Rp 40 ribu/kg dari sebelumnya Rp 35 ribu/kg. Sedangkan jenis cabai keriting ijo harganya masih sama, yakni Rp 22 ribu/kg,” imbuhnya.
Lalu, untuk komoditas lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 58 ribu/kg dari harga sebelumnya yaitu Rp 42 ribu/kg.
“Kenaikan harga bawang merah sudah terjadi sejak sepekan lalu. Kalau harga bawang putih masih tetap sama, tidak naik harganya berkisar Rp 30 ribu/kg. Untuk tomat ada kenaikan menjadi Rp 10 ribu/kg dari harga sebelumnya yaitu Rp 7 ribu/kg,” paparnya.
Sedangkan untuk harga daging baik ayam dan daging sapi terpantau harganya masih stabil. Yakni harga daging ayam berkisar Rp 32 ribu/kg-Rp 35 ribu/kg. Harga daging Rp 110 ribu kg-Rp 120 ribu/kg. Dan harga telur ayam masih cenderung tinggi dikisaran Rp 28 ribu/kg-Rp 30ribu/kg.
Saat dikonfimasi terkait kenaikan harga tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Nurkholis membenarkan ada kenaikan sejumlah komoditas terutama produk pertanian di pasar tradisional kota Semarang.
Informasi kenaikan harga tersebut diperoleh dari laporan kepala pasar, yang rutin memantau harga kebutuhan pangan di pasar, salah satunya harga komoditas pertanian, yaitu cabai rawit merah atau lombok setan di pasar yang melonjak signifikan dengan harga tertinggi hingga Rp 80 ribu/kg. Dari sebelumnya harga cabai rawit merah berkisar Rp 60 ribu/kg-Rp 70 ribu/kg.
“Itu informasi kenaikan harga cabai yang masuk dari kepala pasar. Memang ada kenaikan harga kebutuhan pangan di pasar. Penyebab kenaikan harga karena cabai itu komoditas pertanian jadi ada kemungkinan petani mengalami gagal produksi atau gagal panen,” katanya.
Karena cabai sifatnya bukan produk pabrikan, lanjut dia jadi kemungkinan kenaikan harga dipengaruhi dari faktor produksinya, gagal panen yang disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem.
“Kami tidak bisa memprediksi secara pasti sampai kapan kenaikan harga cabai ini akan terjadi, dan penyebab yang pasti kami belum tahu persis. Tapi kalau terkendala karena distribusi terganggu kemungkinan tidak, seperti karena adanya banjir atau kejadian bencana alam. Menurut saya karena faktor produksi rendah dari petani, padahal permintaan tinggi sehingga hal itu yang bisa menjadi pemicu lonjakan harga cabai,” terangnya. (HS-06)