in

Harga Beras Naik, Pemkab Karanganyar Minta Warga Ikut Gerakan Kenyang Tanpa Nasi

 

HALO KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar meminta warga untuk menyemarakkan kembali Gerakan Kenyang Tanpa Nasi, untuk menyikapi harga beras yang masih tinggi.

Hal itu disampaikan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Karanganyar Titis Sri Jawoto, ketika mewakili Pj Bupati, dalam kegiatan tarawih keliling (Tarling) yang digelar Pemerintah Kabupaten bersama Forkopimda, baru-baru ini.

Dalam tarling yang digelar di Masjid Al Hakim Dukuh Wonosari, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo itu, umat Islam antusias berdatangan walaupun diguyur hujan deras.

“Mari sikapi positif dengan Gerakan Kenyang Tanpa Nasi itu lebih sehat. Karena satu sisi harga beras yang naik paling tidak dapat memberikan untung kepada petani,” kata Titis Sri Jawoto, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Ia berharap warga masyarakat dapat menyikapi dengan bijaksana kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok, terlebih menjelang Lebaran, semua kebutuhan pokok juga akan ikut naik.

“Jaga lingkungan tetap bersih, jaga situasi wilayah tetap aman tenteram, tetap bekerja dengan baik,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Titis juga menyampaikan bantuan dari Baznas untuk warga, seraya menyampaikan harapan bantuan tersebut dapat bermanfaat.

Dia juga menyampaikan bantuan dari BPBD, untuk 7 desa yang terkena bencana alam.

“Kami atas nama Pemerintah, titip kepada kepala desa, perangkat desa dan warga masyarakat untuk tetap waspada karena cuaca masih hujan terus,” kata dia.

Sementara itu dalam tarling  Safari Ramadhan tersebut, mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga hadir senagai khatib.

Sementara itu Camat Gondangrejo Sriyono Budi Santoso melaporkan kondisi wilayah Gondangrejo aman, tertib, terkendali.

Pelaksanaan Pemilu yang lalu juga berjalan aman lancar dan masyarakat menikmati hajatan demokrasi lima tahun sekali.

Pihaknya juga menyampaikan kepada Pemkab bahwa di pertigaan Wonosari sering terjadi kecelakaan karena jalannya kecil dan masyarakat meminta Pemerintah untuk dapat diperlebar. (HS-08)

Pemkab Pati Siapkan Rp 3,6 Miliar untuk Pengamanan Pilkada

Lakukan Penyegaran, Pemkab Boyolali Rotasi 63 ASN