HALO KENDAL – Sinergi antara pemerintahan desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ditargetkan mampu mendorong terwujudnya desa mandiri berbasis regulasi melalui penguatan komunikasi dan kerja sama lintas lembaga.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan halalbihalal Paguyuban BPD se-Kecamatan Kangkung yang digelar di GOR Surodipo, Desa Sukodadi, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan menjadi ajang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan visi pembangunan desa.
Sekretaris Jenderal BPD Kabupaten Kendal, Suardi, mengapresiasi kekompakan para pengurus BPD di Kecamatan Kangkung. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang belum maksimal.
“Kami menyampaikan apresiasi atas soliditas teman-teman BPD di Kecamatan Kangkung. Ini menjadi modal penting dalam membangun desa yang maju dan mandiri,” ujarnya.
Suardi mengajak seluruh anggota BPD untuk menjaga marwah lembaga serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah desa agar tercipta suasana yang kondusif.
“BPD harus mampu menjaga marwah lembaga dan membangun hubungan harmonis dengan pemerintah desa. Jika kemitraan berjalan baik, maka pembangunan desa akan lebih efektif,” harapnya.
Pada kesempatan itu Suardi juga memaparkan pembaruan tata kelola organisasi, termasuk mekanisme pengajuan tunjangan yang kini diseragamkan satu kali dalam setahun agar pencairan dana desa lebih lancar.
“Kami melakukan penyesuaian sistem pengajuan tunjangan agar lebih tertib administrasi. Harapannya, pencairan dana desa bisa lebih lancar dan tidak mengalami kendala,” bebernya.
Selain itu, Suardi menegaskan sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, pengurus desa diminta mengusulkan anggaran tali asih purna tugas yang nantinya diatur dalam peraturan desa.
“Ketentuan ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian perangkat desa dan BPD. Nantinya akan diperkuat melalui peraturan desa agar memiliki dasar hukum yang jelas,” tandasnya.
Suardi berharap soliditas antara pemerintahan desa dan BPD terus terjaga sebagai fondasi utama menuju desa mandiri berbasis regulasi.
“Jika sinergi ini terus dijaga, saya yakin desa-desa di Kecamatan Kangkung mampu menjadi desa mandiri yang taat regulasi dan berdaya saing,” ungkapnya.
Sementara Camat Kangkung, Antin Kustiyah Wijayanti, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin. Ia menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga desa dalam mempercepat pembangunan wilayah.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan BPD menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa mandiri yang sesuai dengan regulasi. Tanpa kolaborasi yang baik, program pembangunan tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Antin juga menyoroti potensi Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, koperasi harus dikelola secara profesional agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
“Koperasi Desa Merah Putih harus dikelola dengan baik dan transparan. Jika dikelola profesional, ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pesannya.
Antin turut mengingatkan pentingnya mendukung program pemerintah serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah berjenjang guna menjaga stabilitas wilayah.
“Setiap permasalahan di desa harus diselesaikan melalui musyawarah. Dengan begitu, keputusan yang diambil akan lebih bijak dan dapat diterima semua pihak,” tandasnya.
Kegiatan halalbihalal ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kiai Nur Amin yang kembali mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan sosial sebagai dasar pembangunan desa yang berkelanjutan.(HS)