HALO SEMARANG – Penyelenggaraan Pameran Komponen Manufaktur Furnitur Internasional (IFMAC) dan Pameran Mesin Pengerjaan Kayu (WOODMAC) 2025 akan kembali hadir yang dilaksanakan di Hall B3 dan C3 Jakarta International Expo (JIExpo) pada Rabu -Sabtu (24 – 27 September 2025) mendatang. IFMAC saat ini menjadi platform utama bagi perusahaan-perusahaan yang ingin berkembang di industri manufaktur furnitur dan pengerjaan kayu yang berkembang pesat di Indonesia.
Pada edisi 2025 IFMAC WOODMAC akan menampilkan teknologi terobosan yang akan mendefinisikan kembali masa depan produksi furnitur dan perkayuan. Seperti permesinan, forest industri, amplas, lem, cat dan lainnya.
Dalam IFMAC WOODMAC ini akan diikuti peserta dan pengunjung pameran dari seluruh mancanegara. Cloudinia J Dieter selaku Project Director – IFMAC WOODMAC (Wakeni) menjelaskan, event ini akan diikuti sebanyak 350 perusahaan yang mewakili 20 negara.
“Seperti di antaranya Indonesia, Jerman, Austria, Perancis, dan China serta Italia. Di pameran kali ini kami berkolaborasi dengan Interzum Jakarta (Trade Fair for Furniture Production and Interior Design), dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI),” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
“Diharapkan, nantinya pengunjung dengan mengunjungi pameran ini keuntungannya bisa melihat tiga pameran sekaligus di tempat yang sama,” lanjutnya.
Ditambahkan, bahwa acara ini harus dihadiri oleh para pemangku kepentingan industri. Sebab, diprediksi dapat menarik lebih dari 15.000 peserta, termasuk para profesional, pembeli, dan pengambil keputusan.
Dengan dukungan kuat dari para pemimpin industri lokal dan badan pemerintah, IFMAC WOODMAC ingin terus memberikan peluang dan solusi bagi perusahaan internasional dan domestik untuk memperluas jejak mereka di pasar Indonesia yang dinamis.
“Ini sekaligus menjadi event yang ke -12 kalinya, dan menariknya kolaborasi 3-in-1 antara Wakeni, Koelnmesse, dan Amara Group, yang secara konsisten memelihara dan meningkatkan IFMAC WOODMAC selama bertahun-tahun, menjadikannya sebagai pameran yang paling penting di Indonesia untuk sektor manufaktur furnitur dan pengerjaan kayu,” paparnya.
Choiril Muchtar, selaku Sekretaris Jendral Asosiasi ISWA (Indonesian Sawmill and Woodworking Association) mengatakan, bahwa adanya kolaborasi strategis ini bertujuan untuk meningkatkan pameran IFMAC WOODMAC yang sudah berkembang sangat pesat, menciptakan ekosistem sinergis yang menghubungkan seluruh rantai nilai produksi furnitur dan pengerjaan kayu di bawah satu atap, mencakup bahan baku, komponen, fitting, alat dan mesin produksi canggih, serta teknologi interior dan solusi desain terkini.
“Dengan menghadirkan rangkaian solusi yang lebih komprehensif bagi para profesional industri. IFMAC WOODMAC yang didedikasikan untuk kebutuhan permesinan dan solusi berteknologi tinggi untuk perakitan furnitur dan proses pengerjaan kayu, Interzum Jakarta akan menyoroti inovasi terhadap produksi, material, dan desain furnitur akhir, sementara International Hardware Fair Indonesia akan fokus pada solusi perangkat keras yang canggih. Bersama-sama, pameran ini akan memastikan platform holistik bagi para pelaku bisnis dan profesional untuk terhubung, berinovasi, dan mengeksplorasi tren baru di satu lokasi yang nyaman,” imbuhnya.
“Industri perkayuan terus berkembang dan menuntut solusi produksi yang semakin canggih. IFMAC WOODMAC menjadi akses penting bagi produsen nasional untuk menjangkau teknologi global dan meningkatkan daya saing sektor ini. Karena itu, para anggota ISWA menyambut baik kesempatan berinteraksi dengan peserta pameran dan pengunjung,” lanjutnya.
Sementara, Erie Sasmito, Ketua Umum IFPF (Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum ), juga menekankan pentingnya pameran ini memberikan keuntungan peningkatan produksi dan kualitas. Karena tantangan dan persaingan yang makin nyata.
“IFMAC WOODMAC menjadi wadah strategis bagi pelaku industri furniture & craft Indonesia untuk mengakses teknologi global, mendorong peningkatan kualitas, otomatisasi, serta memperkuat posisi kami dalam pasar internasional yang semakin kompetitif,” tandasnya.
Adapun dalam seminar yang membahas industri furnitur dan permesinan kayu di Semarang dengan menghadirkan narasumber lainnya seperti, Agung Yuwono (PT Smart Panther Indonesia), Nanang Pudya (PT Polychemie Asia Pacific Permai), dan Andri Franniko (PT Ekamant Indonesia). (HS-06)