HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta para ibu hamil di wilayahnya untuk berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan, agar nantinya lancar dalam menjalani persalinan.
Imbauan itu disampaikan Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sosialisasi program Antenatal Care (ANC), pada para ibu hamil dan suami mereka, di aula Puskesmas Colomadu II, Kamis (16/6/2022).
Bupati Karanganyar mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus memberikan perhatian pada kesehatan ibu hamil, sekaligus berupaya menangani masalah stunting. Karena itu Pemkab terus mendorong puskesmas dan Dinkes, untuk gencar mengedukasi ibu-ibu yang sedang hamil.
“Kontrol dan pengetahuan akan masalah kehamilan sangat penting. Karenanya ibu-ibu hamil harus aktif melakukan konsultasi dan pengecekan secara rutin agar ibu dan bayi sehat,” katanya, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Bupati juga berpesan pada para suami, agar menjadi suami siaga. Sebab para ibu hamil akan menjadi tenang ketika terus didampingi sang suami, termasuk saat pemeriksaan kandungan dan persalinan.
“Untuk para bapak, jangan lupa harus menjadi suami siaga. Agar persalinan lancar dan semua sehat,” kata dia.
Sementara itu Kepala Puskesmas Colomadu II, drg Ririn mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius, pada masalah stunting dan kehamilan. Terlebih dari 141 ibu hamil di wilayahnya, 60 orang atau sekitar 42 persen di antaranya masuk dalam kelompok berisiko.
Karena itu Puskesmas Colomadu II terus menyosialisasikan program ANC, kepada para ibu hamil di wilayahnya.
Menurut laman resmi Puskesmas Colomadu II, wilayah kerja dari fasilitas pelayanan kesehatan ini, meliputi Desa Blulukan (5 dusun), Desa Tohudan (5 dusun), Desa Gedongan (5 dusun), Desa Klodran (3 dusun), dan Desa Baturan (5 dusun).
Lebih lanjut Ririn mengatakan, melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu hamil dan para suami memiliki pengetahuan mengenai upaya mengurangi risiko kehamilan. Dengan demikian para ibu itu, kelak dapat menjalani persalinan secara normal dan melahirkan anak yang sehat.
“Kita terus mendorong ibu hamil melakukan skrining terhadap usia kandungan. Sehingga nantinya bisa diprediksi untuk kelahiran normal atau yang bisa dirujuk,” ujarnya.
Selain pemeriksaan ANC Terpadu pihaknya juga menyediakan pemberdayaan kesehatan untuk pencegahan stunting. Ini bertujuan agar persalinan berjalan lancar serta kondisi ibu dan bayi sehat. (HS-08)