HALO SRAGEN – Selang 2 tahun setelah berdirinya Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Islam Bani Pangestu, Gedung Sekolah Dasar Islam Bani Pangestu diresmikan, Selasa (9/7/2024).
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Keluarga Pangestu, sekaligus Kepala SD Bani Pangestu, Purwoko, menyatakan bahwa keberadaan SDI Bani Pangestu, bukanlah saingan SD lainnya di Gesi karena SD ini juga menerima siswa dari luar kecamatan Gesi.
“SDI Bani Pangestu adalah pelengkap dan pemberi sarana bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya dengan nuansa islami dan berintelektual internasional, maka dari itu bahasa pengantarnya kombinasi antara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris agar menjadi pembeda dengan sekolah lain,” kata dia, seperti dirilis laman resmi Pemkab Sragen, sragenkab.go.id.
Lebih lanjut, Purwoko menjelaskan bahwa kuota SDI Bani Pangestu dibatasi hanya 48 murid yang dibagi menjadi 2 kelas.
Persiapan yang dilakukan bukan hanya ketersediaan ruang kelas dan fasilitas belajar-mengajar, namun juga ketertiban lalu lintas agar aktivitas antar-jemput nantinya tidak menganggu pengendara yang melintasi jalan di depan Gedung YPI Keluarga Pangestu.
“Semoga dengan keberadaan SDI Bani Pangestu, banyak orang akan lebih mengenal kecamatan Gesi. Cita-cita kami ke depannya aka nada pendatang yang mendatangi kecamatan Gesi untuk melakukan study banding di YPI Bani Pangestu,” kata dia.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan bahwa membangun Sumber Daya Manusia membutuhkan gotong royong dari semua pihak, tidak terkecuali yayasan pendidikan seperti YPI Keluarga Pangestu.
Dirinya berharap sekolah ini dapat mencetak generasi unggul yang tidak hanya bisa secara intelektual tapi juga mempunyai dasar agama yang kuat, mengingat saat ini banyak permasalahan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia, yang salah satunya adalah narkotika mulai menjerat siswa SD.
“Bapak ibu wali murid, kalau ada yang memberikan anak makanan berwarna-warni yang rasanya enak dan anak-anak menyukai, padahal tidak jelas asalnya dari mana apalagi tidak ada Logo BPOM, maka patut untuk diwaspadai! ” kata dia.
Bupati Yuni juga mengajak wali murid dan guru untuk bersama-sama menekan angka bullying agar kasus perundungan dapat dihilangkan secara perlahan.
“Saya percaya guru YPI Keluarga Pangestu sudah sangat intens dalam memperhatikan murid-murid, untuk menjaga kualitas makanya masih dibatasi kuotanya. Semoga ke depannya kuotanya tidak dibatasi demi kemaslahatan Bersama,” kata dia.
Seorang Wali Murid TK B, Dina menyampaikan kepuasannya terhadap bimbingan yang diberikan Ustadz dan Ustadzah TK Bani Pangestu.
Menurutnya, pembelajaran yang penuh kesabaran membuat anaknya lebih mudah menghafal Ayat Al-Qur’an.
“Anaknya lebih mandiri, dulu ke kamar mandi harus diantar orangtua sekarang berani sendiri. Sekarang juga sudah bisa membaca tanpa mengeja, bahkan sudah rutin melaksanakan sholat sunnah tanpa diminta.” Urainya.
Ia mengaku telah mendaftarkan anaknya di SDI Bani Pangestu, karena tidak ragu lagi dengan kualitas yayasan ini meskipun tidak ada biaya yang dibebankan kepada wali murid.
Saat ini, Gedung SMPI Bani Pangestu dalam masa perencanaan. Pembangunan akan dilaksakan setelah siswa SDI Bani Pangestu yang saat ini kelas 2 menginjak kelas 4, sehingga setelah lulus dapat langsung melanjutkan Pendidikan di SMPI Bani Pa. (HS-08)