HALO KENDAL – Menghadiri Pengukuhan Forum Wartawan Kendal (Forwaken) Periode 2024 – 2027, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengaku dirinya sempat kaget karena baru mendengar ada organisasi wartawan baru lagi yang akan dikukuhkan.
“Mendengar ada pelantikan Forwaken, saya sempat kaget dan berfikir, ini organisasi wartawan apa lagi yang akan dikukuhkan. Karena sudah ada organisasi wartawan yang saya hadiri pengukuhannya,” ungkap Bupati mengawali sambutan, dalam acara pengukuhan di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Senin (12/2/2024).
Namun setelah hadir, dirinya mengaku lega, karena yang dikukuhkan merupakan gabungan dari berbagai organisasi wartawan yang ada di Kendal.
“Wah ternyata Forwaken merupakan gabungan dari berbagai organisasi wartawan yang ada di Kabupaten Kendal. Tentunya dengan bersatunya seluruh wartawan, bisa menambah kekuatan dalam ikut mendukung program pembangunan di Kabupaten Kendal,” ujar Bupati.
Dirinya berharap, dengan adanya Forwaken, yang menyatukan seluruh insan pers, sinergitas antara awak media dengan Pemkab Kendal ke depannya semakin baik lagi. Sehingga program-program yang ada di pemerintahan bisa tersampaikan kepada masyarakat.
“Teman-teman wartawan bisa memberikan input dan fitback kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, juga ikut menjaga kondusivitas, juga menjaga keamanan dan kenyamanan, yang ada di wilayah Kabupaten Kendal,” tandas Bupati.
“Harapannya, teman-teman dapat memberikan kontribusi yang terbaik dan menjadi semangat baru, dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2024, serta berharap, insan pers di seluruh Indonesia, khususnya di Kendal, ke depan lebih sejahtera.
“Selain itu, lebih memberikan kontribusinya dalam proses pembangunan. Harapan kami semakin kompak bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, dalam memberikan kontribusinya kepada Kabupaten Kendal yang kita cintai,” imbuhnya.
Sebelumnya Ketua Forwaken, Iswahyudi mengatakan, Forwaken merupakan organisasi atau wadah yang bersifat lokal untuk mewadahi wartawan yang bertugas di Kendal.
Dirinya juga menekankan pengurus dan anggota Forwaken dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Kendal. Dia juga menyebut, selama ini banyak oknum yang mengaku sebagai wartawan, dan sampai mendeklarasikan sebagai wartawan, namun produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.
“Produk yang dihasilkan dari seorang wartawan adalah berita sesuai kaedah kode etik jurnalistik. Jadi kalau dia belum bisa menyajikan sebuah berita, patut dipertanyakan kewartawanannya,” ujar Wahyudi, wartawan media TV Nasional tersebut.
Sebagai bentuk sinergitas, dirinya juga mengimbau kepada dinas-dinas di lingkungan Pemkab Kendal, jika ada pemberitaan dari Forwaken yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, supaya bisa menghubungi atau datang ke kantor Forwaken di kompleks kantor Bupati Kendal.
“Jika ada pengurus maupun anggota yang dalam melaksanakan tugasnya tidak sesuai kaedah kode etik jurnalistik, bisa melaporkan kepada kami di kantor kesekretariatan, untuk kami bimbing bersama,” imbuh Iswahyudi. (HS-06)