in

Hadiri Larung Sesaji di Larangan Kramat, Bupati Tegal Sebut Bagian dari Identitas Budaya Masyarakat Pesisir

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menghadiri dalam acara tradisi Larung Sesaji, yang dilaksanakan masyarakat, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan Kramat, baru-baru ini. (Foto : tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, telah melaksanakan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Hal itu diungkapkan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, ketika memberikan sambutan dalam acara tradisi Larung Sesaji, yang dilaksanakan masyarakat, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan Kramat, baru-baru ini.

Bupati Tegal menyampaikan bahwa Pemkab Tegal telah memberikan perlindungan jaminan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 2.000 nelayan setempat guna memitigasi risiko kecelakaan kerja saat melaut.

Selain itu, Pemkab Tegal juga menggelontorkan program ketahanan pangan darurat berupa bantuan beras bagi nelayan yang terdampak musim angin barat, saat intensitas melaut terpaksa menurun akibat cuaca buruk.

Sementara itu, kegiatan tradisi masyarakat yang digelar rutin setiap tahun ini, menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali silaturahmi masyarakat sekitar pantai yang banyak berprofesi sebagai nelayan.

Selain Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, kepala perangkat daerah terkait, instansi kelautan, organisasi nelayan, serta tokoh masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat nelayan TPI Larangan, yang konsisten menjaga tradisi ini setiap tahun.

Menurutnya, Sedekah Laut memiliki esensi mendalam, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

Lebih lanjut, Ischak menambahkan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir yang sarat akan nilai gotong royong.

“Ini menjadi simbol kekuatan yang bernilai gotong royong, melibatkan sinergi nelayan, tokoh agama, dan pemerintah daerah,” ujar Ischak.

Ischak berharap, kegiatan ini membawa keberkahan serta kemanfaatan bagi seluruh masyarakat, khususnya para nelayan.

Prosesi larung sesaji yang menjadi puncak acara berlangsung khidmat. Ratusan nelayan dan warga memadati kawasan TPI Larangan untuk menyaksikan pelepasan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah.

Salah seorang nelayan, Sutrisno (52), mengaku selalu mengikuti tradisi Sedekah Laut setiap tahun karena memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat pesisir.

“Alhamdulillah setiap tahun saya selalu ikut Sedekah Laut. Bagi kami nelayan, ini bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan melalui laut. Semoga para nelayan selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Tegal dalam kegiatan tersebut karena dinilai menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kehidupan nelayan dan pelestarian tradisi masyarakat pesisir.

Melalui penyelenggaraan Sedekah Laut, masyarakat nelayan berharap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan pesisir Kabupaten Tegal ini dapat terus terjaga, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara nelayan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan daerah.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan kegiatan sosial dan hiburan, mulai dari pengajian, santunan, pagelaran wayang kulit, hingga hiburan rakyat. (HS-08)

 

 

Jawara Jateng 2026 di Batang Jadi Ajang Penguatan Karakter dan Literasi Warga Pendidikan Kesetaraan

Nikah Massal 20 Pasangan di Pemalang, Menag Tekankan Pentingnya Pencatatan Nikah