HALO SRAGEN – Perjalanan hidup Sigit Pamungkas hingga kemudian menjadi Bupati Sragen, ternyata tak lepas dari petunjuk guru SMA-nya, yang mengarahkan untuk masuk ke perguruan tinggi dan mendalami ilmu pemerintahan.
Kisah tersebut diungkapkan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas ketika menghadiri halalbihalal akbar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sragen, yang merupakan tempat dia pernah menuntut ilmu.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni SMA N 1 Sragen (IKA Smansa) tersebut, digelar baru-baru ini di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen.
Sigit Pamungkas merupakan alumnus tahun 1996, yang kemudian masuk ke Universitas Gajah Mada (UGM), dengan mengambil Program Studi Ilmu Pemerintahan dan lulus pada tahun 2001.
Tujuh tahun kemudian, dia menempuh pendidikan program Magister Ilmu Politik di universitas yang sama dan lulus pada tahun 2010.
Dia pun menceritakan, tentang bagaimana awal mula memilih Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Setelah lulus SMA, dia pun menempuh seleksi perguruan tinggi jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
“Saya ingin masuk jurusan Ilmu Komunikasi tetapi Guru BK saya, Bu Athena, mengarahkan ke jurusan Ilmu Pemerintahan. Berkah dari seorang guru yang waskito, saya akhirnya masuk UGM lalu menjadi dosen di sana kemudian berkarir di pemerintahan hingga menjadi Bupati Sragen,” tuturnya, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sragen juga menyampaikan terima kasih kepada anggota kehormatan, Beti Marga Sulistyawati, yang semasa menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sragen merintis terbentuknya IKA Smansa Sragen Brilian di tahun 2023.
Meskipun bukan alumnus sekolah itu, namun Beti terus mendorong para lulusannya hingga kini IKA Smansa Sragen Brilian telah memiliki kantor sekretariat di samping Aula Smansa Sragen.
Sementara itu, Ketua Panitia, Joko Suratno, yang merupakan alumnus 1967 dan kini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sragen, mengatakan reuni akbar itu diikuti 1.200 alumnus. Mereka mulai dari angkatan pertama tahun 1963 hingga 2024.
Joko Suratno juga menyampaikan makna tema yang terinspirasi dari pepatah “Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan juga” yang berarti “Betapapun jauh orang merantau, pada akhirnya ia akan kembali ke kampung halaman.”
“Dalam tema Tetep Nyawiji, SMA Siji Kanggo Sragen Asri hari ini terkandung maksud, Kabupaten Sragen yang kita cintai ini masih membutuhkan uluran tangan seluruh Alumni Smansa agar lebih maju dan sejahtera serta rakyatnya makmur dan tentram hidupnya,” paparnya.
Joko berpesan kepada alumni dan perwakilan siswa-siswi Smansa Sragen yang hadir untuk tetap menjaga semangat dalam berbakti kepada Bumi Sukowati. Sebagaimana arti dari tema yaitu “Tetap bersatu, SMA Satu untuk Sragen Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).”
“Semoga niat tulus kita bersama untuk saling memberi dan meminta maaf hari ini, dikabulkan oleh Allah SWT serta kita semua kembali fitri.” harapnya.
Sementara itu Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Smansa Sragen, Abdul Jalal Wicaksono, mewakili siswa-siswi Smansa Sragen mengungkapkan rasa bangga dan bahagia atas pencapaian Alumni Smansa.
“Kita patut bersyukur karena memiliki senior yang peduli terhadap almamater Smansa Sragen. Bapak-Ibu adalah cerminan dari kualitas pendidikan, karakter, dan nilai luhur yang telah ditanamkan semasa bersekolah di Smansa,” ucapnya.
Ketua OSIS Smansa Sragen berharap agar sinergi alumni lintas angkatan semakin kuat, sehingga mampu meningkatkan kontribusi nyata terhadap pembangunan Smansa Sragen.
“Semoga momentum ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk mempererat persaudaraan, membangun jejaring, dan menciptakan program kolaboratif yang bermanfaat bagi Smansa, masyarakat Sragen, dan generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Jalal berharap ia dan rekan-rekannya yang masih meniti pendidikan dapat mengikuti jejak keberhasilan para alumni dengan meneladani semangat, kerja keras, serta nilai kehidupan dan kesuksesan IKA Smansa.
Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan tali asih untuk 72 guru senior yang diwakili 10 guru sepuh oleh Bupati Sigit, Ketua Panitia Halal Bi Halal, Ketua Umum IKA Smansa Sri Puryono (alumni 1979), dan Ketua Harian IKA Smansa Hargiyanto yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen (alumni 1987). (HS-08)