HALO SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merehabilitasi Pasar Kartasura pada 2026 mendatang.
Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam acara Pergelaran Wayang Dakwah, di halaman Pasar Kartasura, Minggu (13/7/2025) malam.
“Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen menyediakan fasilitas pasar yang nyaman, bersih, dan modern demi mendukung perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan pedagang dan pengunjung,” kata Bupati, seperti dirilis sukoharjokab.go.id.
Bupati menekankan pentingnya rehabilitasi Pasar Kartasura mengingat lokasinya yang sangat strategis.
“Pasar Kartasura terletak di wilayah segitiga emas yaitu Solo, Yogyakarta dan Semarang,” jelasnya.
Bupati Sukoharjo berharap rehabilitasi ini akan memperlancar arus pasokan distribusi pangan di Kecamatan Kartasura, khususnya dan Kabupaten Sukoharjo pada umumnya.
Proyek ini juga merupakan bagian dari penataan pembangunan kawasan Kartasura secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan lima imbauan kepada pedagang Pasar Kartasura selama proses rehabilitasi.
Masing-masing adalah menerima dan mendukung proses rehabilitasi sebagai upaya mewujudkan pasar yang lebih baik; menjaga kebersihan dan ketertiban di sekitar area pasar selama pembangunan; dan menggunakan fasilitas sementara yang disediakan pemerintah dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu juga berperilaku sopan dan saling menghormati kepada sesama pedagang dan petugas, serta bersabar dan tetap optimistis karena rehabilitasi akan membawa manfaat jangka panjang.
Dalam acara yang sama, diserahkan Piagam Penghargaan Pasar Tertib Ukur kepada 10 pasar dari Kementerian Perdagangan. Bupati mengapresiasi pencapaian ini dan berharap dapat memotivasi pengelola pasar lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Mari kita tingkatkan terus keberhasilan ini demi terciptanya pasar yang tertib, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat,” ungkap Bupati.
Acara yang berlangsung dalam rangka peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-79 ini, dihadiri pula berbagai pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo dan anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo.
Pergelaran wayang kulit dipentaskan oleh Ki Dalang Dr KH Sri Setyo dari Tim Wayang Dakwah “Senopati Al Falah” Pondok Pesantren Al-Falah Gedongan, Baki.
Pagelaran wayang kulit malam itu mengambil lakon “Wahyu Katentreman” yang diharapkan dapat memberikan hiburan sekaligus tuntunan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (HS-08)