in

Hadiri Gala Premier Film Sayap Sayap Patah, Menag: Masyarakat Harus Nonton

Menag Yaqut tiba di helat Gala Premiere Film Sayap Sayap Patah, Jakarta, Jumat (12/8/2022). (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai film Sayap Sayap Patah garapan Rudi Soedjarwo, telah berhasil menggambarkan kehidupan aparat kepolisian yang humanis dan sama dengan kehidupan manusia lainnya.

Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, menghadiri Gala Premiere Film Sayap Sayap Patah. Film ini diangkat dari kisah nyata kerusuhan berdarah di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, pada 2018 silam.

Menurut Menag, film yang dibintangi oleh aktor utama Nicholas Saputra bersama Ariel Tatum ini, telah berhasil menggambarkan kehidupan aparat kepolisian, yang humanis dan sama dengan kehidupan manusia lainnya.

“Dalam menjalankan tugasnya, dengan segala risikonya, polisi berani mengorbankan apa yang mereka miliki, bahkan keluarganya, demi menjaga keutuhan negara ini,” kata Menag saat diminta testimoni usai menonton film Sayap Sayap Patah di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Hal lain yang membuat Menag terkesan dari film ini adalah upaya yang kerap dilakukan polisi dalam menangani masalah.

“Polisi lebih mengedepankan pendekatan persuasi dalam penangangan masalah dibanding tindakan represi,” ungkap Menag.

“Film ini sangat baik, saya kira masyarakat harus nonton ini,” tandasnya.

Tampak hadir, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Densus 88 Antiteror Polri Marthinus Hukom, Tokoh militer dan intelijen AM. Hendropriyono, serta para pesohor negeri lainnya.

Tidak ketinggalan, hadir pula para aktor pemeran, sutradara, pembawa lagu soundtrack fim Sayap Sayap Patah.

Untuk diketahui, film Sayap Sayap Patah merupakan garapan Maxima Pictures dan Denny Siregar Production, yang akan tayang di Bioskop pada 18 Agustus 2022 mendatang.

Kehadiran Kemenag dalam Gala Premier ini, disambut Denny Siregar dengan ucapan terima kasih melalui akun twitter miliknya.

“Makasih sudah datang ke premier Sayap Sayap Patah tadi malam,” cuit Denny Siregar.

Menurut dia, banyak pesan moral yang ingin disampaikan melalui tayangan film itu, terutama untuk membuka mata masyarakat, bahwa aksi terorisme sangat kejam dan mengancam kehidupan umat manusia.

“Pada intinya kita ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa terorisme itu ada, nyata dan kejam,” kata Denny.

Denny berharap manfaat yang bisa diperoleh dari tontonan film itu dapat semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, lanjutnya, karya serupa akan terus diproduksi dengan tujuan Indonesia terbebas dari paham-paham radikalisme dan terorisme.

“Saya tidak hanya akan memproduksi satu ini, saya akan memproduksi banyak film yang lainnya,” ungkapnya. (HS-08)

Islamic Center dan Masjid MBZ di Solo akan Dihubungkan Terowongan

Filantara dan TBG Siap Kucurkan Beasiswa di Rembang