in

Hadapi 2026 Wali Kota Salatiga Paparkan Strategi Tarian Badai hingga Inovasi Pangan Out of the Box

Acara Sarasehan Awal Tahun 2026, di Ruang Kaloka, Gedung Setda, Senin (05/01/2026). (Foto : salatiga.go.id)

 

 

HALO SALATIGA – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengajak seluruh jajaran birokrasi, untuk tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi berani melakukan terobosan demi kesejahteraan masyarakat.

Ajakan itu disampaikan Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, dalam acara Sarasehan Awal Tahun 2026, di Ruang Kaloka, Gedung Setda, Senin (05/01/2026).

Sarasehan awal tahun ini, diawali dengan pemutaran video kaleidoskop, yang menampilkan perjalanan dan capaian satu tahun kepemimpinan Robby-Nina, sebagai refleksi kinerja sekaligus penguat semangat kolektif dalam melangkah ke tahun 2026.

Membuka paparannya, Robby mengumumkan bahwa Kota Salatiga berhasil mempertahankan posisi sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah, dengan skor 86,23 pada tahun 2025.

Angka kemiskinan pun terus ditekan hingga mencapai 4,2 persen, menjadi modal kuat untuk melompat lebih tinggi di tahun 2026.

Menghadapi dinamika ekonomi global, Wali Kota menggunakan perumpamaan unik dalam menyikapi tantangan pembangunan.

“Kita tidak perlu melawan badai dengan kekakuan. Kita ikuti badai itu dengan tarian yang luwes, melalui kolaborasi dan kreativitas, sehingga kita bisa melampauinya dengan selamat,” kata Robby, seperti dirilis salatiga.go.id.

Salah satu langkah berani yang diambil Pemerintah Kota Salatiga, adalah penguatan program kedaulatan pangan.

Meski memiliki keterbatasan lahan, Salatiga memulai pilot project penanaman padi kering dan sorgum.

“Kita harus out of the box. Keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak swasembada,” tegasnya.

Senada dengan visi eksekutif, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menekankan pentingnya efisiensi kerja dan penyelesaian persoalan lingkungan. Ia menegaskan bahwa masalah klasik seperti sampah harus dituntaskan pada tahun 2026.

“Jangan menunda pekerjaan. Apa yang bisa dikerjakan hari ini, selesaikan sekarang. Untuk sampah, kita selesaikan dari hulu melalui pemilahan di rumah tangga, bukan hanya menumpuk di TPA. Kita ingin Salatiga benar-benar bersih,” ujarnya lugas.

Pemerintah Kota juga memasang target agar kuliner dan produk UMKM Salatiga, khususnya olahan singkong yang telah melegenda, mampu menembus pasar global. Melalui program Jaringan Komunitas Mahasiswa Berwirausaha (Jarkom Mabar), Pemkot telah mencetak 10 juragan muda yang siap membawa inovasi agar produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional.

Kegiatan Sarasehan Awal Tahun ini diakhiri secara khidmat dengan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 dan penandatanganan perjanjian kinerja.

Penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Salatiga bersama Wakil Wali Kota, Nina Agustin, kepada Pj Sekda, jajaran kepala OPD, serta para camat. (HS-08)

Semarang: Satu Kota, Dua Takdir Pembangunan

Bantu Korban Bencana, Pramuka Jepara Kirim Relawan ke Sumatera